Mozaik Ramadan

Menikah di Bulan Ramadan, Berkah Atau Malah Dapat Laknat ? Begini Penjelasannya

Ada yangg bilang menikah pada bulan suci Ramadhan, akan mengakibatkan rejeki tak lancar, rumah tangga tidak bahagia

Menikah di Bulan Ramadan, Berkah Atau Malah Dapat Laknat ? Begini Penjelasannya
plus.google.com
ILUSTRASI: Mempelai pria mencium mempelai kening wanita saat menikah. 

TRIBUNJABAR.CO.ID --- Ketika melakukan pencarian tentang hukum menikah di bulan Ramadan secara Islam melalui mesin pencari Google, ternyata muncul informasi yang menyebut masih ada mitos di masyarakat tentang hal itu.

Informasi yang diungkap di id.answers.yahoo.com itu menuliskan, "Dari beberapa mitos masyarakat kita, ada yg bilang klo menikah pada bulan suci Ramadhan, akan mengakibatkan rejeki tdk lancar, rumah tangga tidak bahagia, dll."

"Tp dari keterangan seorang hakim KAU yg aku kenal, katanya, menikah di bulan Ramadhan malahan bagus, soalnya bulan yang penuh berkah dan sudah pasti di ridhoi oleh Allah SWT."

Sementara jawaban yang dinilai laman itu sebagai yang terbaik adalah sebagai berikut: "Landasan keyakinan kita adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tidak ada keterangan seperti itu dalam landasan kita."

"Namun perlu juga diperhatikan, Rasulullah menganjurkan agar mengadakan WALIMAH nikah, yaitu JAMUAN MAKAN. Rasulullah bersabda: "Adakanlah waliamh walaupun dengan seekor kambing" (H.R. Bukhari). Pastinya sunnah ini tidak akan bisa dijalankan kalau di siang hari Ramadhan, sementara malamnya juga orang pada sibuk ibadah...."

Benarkah seperti itu penjelasannya dan benarkah mitos tersebut di atas? Ahmad Sarwat, Lc seperti dikutip Eramuslim.com menjelaskan pada dasarnya hukum menikah itu tidak pernah ada kaitannya dengan waktu. Tidak pernah ada waktu-waktu yang terlarang untuk menikah.

Sehingga kalau mau mengadakan akad nikah jam 02.00 malam di malam Jumat kliwon pun tidak ada hukum Islam yang melarang. Boleh-boleh saja dan sama sekali tidak pernah ada jam atau hari larangan.

Memang ada sebagian dari masyarakat kita yang masih membawa-bawa kepercayaan nenek moyang, seperti tidak boleh menikahkan anak pada bulan Rajab, atau bulan Sya’ban atau bulan Muharram.

Keyakinan seperti ini sebenarnya tidak punya dasar dari agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Tidak ada dasar ketentuannya dari Al-Quran dan tidak juga dari hadits. Bahkah tak ada satu pun ulama yang melarang akad nikah pada waktu atau jam tertentu.

Halaman
12
Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved