Menu Ramadan
Daging Sapi Mahal, Bisa Diganti Dengan Bahan Makanan Ini
MAKANAN menu seimbang itu bisa didapatkan dari makanan pokok, lauk, sayuran dan buah-buahan.
Penulis: cis | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Segeralah berbuka puasa ketika sudah waktunya untuk mencukupi kebutuhan energi.
Berbuka puasa secara bertahap dengan mengawali santapan berbuka dengan makanan yang manis.
Setelah itu santap makanan dengan menu seimbang atau kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan airnya terpenuhi.
Ahli Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Asep Ahmad Munawar Asep Ahmad Munawar SKM, M.K.K,RD, mengatakan, makanan menu seimbang itu bisa didapatkan dari makanan pokok, lauk, sayuran dan buah-buahan.
Pada prisipnya, kata dia, zat gizi itu bisa didapatkan apabila mengonsumsi makanan lengkap karena tidak ada satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi komplit.
Jadi kita harus beraneka ragam bervariasi dengan memperhatikan pola seimbang," kata Asep kepada wartawan di RSHS Kota Bandung, Minggu (12/6/2016).
Namun ada beberapa jenis lauk yang harganya cukup mahal pada Ramadan. Sebut saja daging sapi yang harganya mengalami peningkatan signfikan ketika Ramadan. Di Kota Bandung saja, harga daging sapi mencapai Rp 120 ribu per kilogramnya.
Padahal kandungan gizi dalam daging sapi itu sangat dibutuhkan manusia untuk mengganti energi setelah berpuasa. Namun jangan khawatir, Asep mengatakan, ada beberapa jenis makanan yang bisa mengganti daging sapi.
Kandungan makanan pengganti ini pun memiliki kandungan gizi yang sama dengan daging sapi.
"Daging sapi yang mahal bisa diganti dengan telur ayam. Daging sapi seberat 40-50 gram bisa diganti dengan daging ayam 100 gram. zat gizinya tidak jauh berbeda," ujar Asep.
Tak hanya daging ayam, kata dia, telur ayam pun bisa menggantikan peran daging ayam atau daging sapi.
Artinya, masyarakat bisa kembali menyisihkan uang jika harga daging ayam juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Menurutnya, kandungan gizi telur ayam itu juga sebanding dengan daging ayam dan daging sapi.
"Justru telur itu kadar aminonya lengkap, itu cukup baik," kata Asep.
Semua jenis makanan itu merupakan lauk yang masuk kategori hewani. Menurut Asep, masih ada pengganti lauk yang masuk kategori nabati.
Di antaranya makanan yang yang bersumber dari kedelai, yakni tempe dan tahu. Menurutnya, kedelai itu sumber nabati yang nilai zat gizinya setara dengan telur dan termasuk jenis protein sempurna.
"Untuk orang-orang tertentu, misalnya kolesterol bisa menyantap bahan makanan yang sumbernya kedelai ini," kata Asep. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/seorang-pedagang-telur-di-pasar-cihaurgeulis-layani-pembeli_20150713_182932.jpg)