Penusukan Anggota TNI

Selain Pratu Galang, Diduga Ada Korban Penusukan dan Pengeroyokan Lainnya

"Jadi pada hari itu ada dua kejadian. Sejam setelah Pratu Galang itu ada kejadian lagi yang lokasinya berjarak 300 meter.

Selain Pratu Galang, Diduga Ada Korban Penusukan dan Pengeroyokan Lainnya
illustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, Polrestabes Bandung kini membentuk tim khusus yang didukung tim Polda Jabar. Tim gabungan itu bertugas untuk mengungkap dan menyelidki kasus penusukan Pratu Galang tersebut.

"Doakan saja kami bisa membongkar kasus ini," ujar Yusri kepada wartawan di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (9/6/2016).

Tim itu, kata Yusri, akan melakukan penyelidikan dan mencari keterangan saksi. Sejauh ini ada tiga saksi yang kemungkinan memiliki keterkaitan dengan peristiwa penusukan Pratu galang. Sebab ketiga saksi itu juga menjadi korban pengeroyokan dan penusukan yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal.

"Jadi pada hari itu ada dua kejadian. Sejam setelah Pratu Galang itu ada kejadian lagi yang lokasinya berjarak 300 meter. Dari tiga korban, seorang juga mengalami penusukan," ujar Yusri.

Ketiga saksi itu, kata Yusri, tengah dimintai keterangan tentang ciri-ciri pelaku pengeroyokan dan penusukan. Di samping itu juga untuk mengetahui kesamaan pelaku pengeroyokan dan penusukan yang korbannya Pratu Galang.

"Kalau modusnya sama, diadang, dikeroyok, lalu ditusuk. Ini yang sedang kami kroscek. Tapi kami tetap mengimbau kepada pelaku sebaiknya menyerahkan diri," ujar Yusri.

Sebelumnya diberitakan, Seorang anggota TNI AD menjadi korban penusukan sekelompok orang tak dikenal di Jalan Rajawali, Kota Bandung, Minggu (5/6/2016) dini hari.

Anggota TNI AD yang belakangan diketahui bernama Pratu Galang itu akhirnya meninggal meski mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi.
Peristiwa itu berawal ketika Pratu Galang berkumpul dengan teman-temannya di Jalan Asia Afrika. Kala itu Pratu Galang memang tidak sedang berdinas.

Setelah kumpul, Pratu Galang kembali ke kesatuannya. Dalam perjalanannya, dia diadang sekelompok orang di Jalan Rajawali sekitar pukul 02.00 WIB. Sekelompok orang itu menganiaya dan menusuk punggung Pratu Galang. Pratu Galang dibawa warga sekitar ke Rumah Sakit Rajawali sebelum di rujuk ke Rumah Sakit Dustira. (cis)

Penulis: cis
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved