Breaking News:

Kesehatan

Kabar Gembira, RS Siloam Purwakarta Kini Bisa Pasang Ring Pasien Jantung

"Padahal tindakan untuk pasien jantung yang dibutuhkan minimal 7500 per tahun. Karena fasilitasnya kurang mendukung," ujar Chaerul.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Sekretaris Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vasculer Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Chaerul Achmad saat diskusi penanganan penyakit jantung di RS Siloam, Senin (6/6). 

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID -Sekretaris Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vasculer Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Chaerul Achmad menyebut Purwakarta daerah yang siap memberikan tindakan pelayanan pasien jantung.

"Karena ada rumah sakit yang sudah punya alat kateterisasi laboratorium di RS Siloam dan dokter ahli jantung. Sehingga, di Jawa Barat (Jabar) yang siap layani tindakan pasien jantung di Purwakarta," ujar Chaerul ditemui di RS Siloam, Senin (6/6).

Ia menjelaskan, tindakan pelayanan untuk pasien berpenyakit jantung yang dilayani di RSHS Bandung mencapai 1.100 per tahunnya. Ia menyebut, pasien dari setiap daerah di Jabar dirujuk ke RSHS dengan jumlah yang tinggi.

"Padahal tindakan untuk pasien jantung yang dibutuhkan minimal 7500 per tahun. Karena fasilitasnya kurang mendukung," ujar Chaerul.

Laboratorium kateterisasi merupakan tempat untuk pemasangan ring di pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah kata dia faktor penyebab penyakit jantung.

"Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya sedang dalam persiapan untuk bisa melayani pasien jantung. Tapi Purwakarta memang yang paling siap, khususnya di RS Siloam," ujar dia.

Pimpinan RS Siloam Irwan Gandana menambahkan pihaknya baru menyediakan laboratorium kateterisasi untuk melayani pasien penyakit jantung.

"Ini akan membantu, apalagi setiap hari pasien jantung yang berkonsultasi bisa 30-50 orang dalam seharinya. Untuk tindakan pemasangan ring bisa 3-4 orang dalam sebulan," ujar dia.

Biaya pemasangan ring di laboratorium kateter kata dia bisa mencapai Rp 50 juta. Nilai itu termasuk murah dibanding di daerah lain di Jabar.

"Penjaminnya bisa asuransi komersial, perusahaan hingga Jaminan Masyarakat Purwakarta Istimewa (Jampis). BPJS belum meng cover pasien jantung," ujar Irwan. (men)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved