Citarum Bestari
TNI akan Tangkap Pencemar dan Pembuang Limbah ke Sungai Citarum
Heryawan mengatakan dengan berkoordinasi dengan Kodam III Siliwangi, anggota TNI akan dikerahkan di sepanjang Sungai Citarum
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
DAYEUHKOLOT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng Kodam III Siliwangi untuk mencegah pencemaran Sungai Citarum. Hal tersebut dicanangkan dalam kegiatan Citarum Bestari di Kampung Bojong Citepus, Desa Cangkuangwetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kamis (2/6).
Dalam kegiatan tersebut pun Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo melakukan inspeksi menggunakan perahu terhadap Sungai Citepus yang merupakan anak Sungai Citarum. Pembersihan sampah di sungai menggunakan ekskavator pun dilakukan.
Heryawan mengatakan dengan berkoordinasi dengan Kodam III Siliwangi, anggota TNI akan dikerahkan di sepanjang Sungai Citarum untuk mencegah warga atau perusahaan industri membuang sampah atau limbah ke sungai.
"Saya minta TNI untuk mencegah siapapun yg buang apapun ke sungai. Saya minta ada patroli untuk cegah pembuang sampah sembarangan dan sosialisasi supaya warga tidak buang sampah atau limbah ke sungai. Kalau ada, segera cegah," kata Heryawan saat ditemui di sela kegiatan pencanangan tersebut.
Heryawan menuturkan patroli pun dilakukan untuk memeriksa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di setiap industri di sekitar anak sungai dan Sungai Citarum. Jangan sampai katanya, IPAL tidak digunakan untuk mengolah limbah karena hal tersebut melanggar hukum.
"Saya percaya dengan kemampuan TNI dan relawan untuk hal ini. Citarum Bestari ini dilakukan dengan tidak menebang pohon, tidak membuang limbah industri ke sungai, tidak membuang limbah rumah tangga ke sungai, tidak membuang limbah kotoran hewan ke sungai, dan tidak membuang sampah ke sungai," katanya.
Sungai Citarum, katanya, digunakan untuk pembangkit listrik dan pengairan lahan pertanian, bukan untuk membuang limbah atau sampah. Karenanya dengan gerakan ini, masyarakat dari hulu sampai hilir Sungai Citarum harus menjaga kebersihan Sungai Citarum.
Heryawan menuturkan semua perusahaan yang dibangun di sekitar Sungai Citarum dan anak-anak sungainya harus turut terlibat dalam program Citarum Bestari. Industri dilarang keras membuang limbah ke sungai tanpa melewati proses pengolahan IPAL terlebih dulu.
Menurut Heryawan, program ini akan terus dilakukan sampai masyarakat memiliki budaya air bersih dengan tidak mencemari Sungai Citarum. Jika target budaya air bersih ini belum terbentuk pada akhir tahun ini, akan dilanjutkan dengan lebih intensif tahun depan.
Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Hadi Prasojo, mengatakan untuk kegiatan pencanangan Citarum Bestari, pihaknya menggerakkan 3.000 peraonil TNI di 18 titik dari hulu sampai hilir Sungai Citarum. Semua kegiatan Citarum Bestari pun dilaksanakan.
"Sungai Citarum ini menyangkut kepentingan orang banyak. Makanya, TNI turun. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menbuat Sungai Citarum bersih," kata Pangdam.
Kegiatan yang akan dilakukan para anggota TNI, katanya, di antaranya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah atau limbah ke sungai, membuat gerobak dan tempat penampungan sampah, dengan bekerja sama dengan masyarakat dan mahasiswa. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ahmad-heryawan-dan-tni-susuri-citarum_20160602_101509.jpg)