Terbatas . . ! Hanya Untuk 100 Orang Yang Bisa Ikut Diskusi Sikapi Kemunculan PKI Ini

Media Mahasiswa Indonesia menyikapi isu tersebut dengan gaya intelektual

DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat (16/11/2012). (FOTO: TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Zezen Zainal M

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Organisasi Media Mahasiswa Indonesia akan menggelar diskusi publik dan bedah buku "Ayat-ayat yang Disembelih" karya Anab Afifi di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 5 Bandung, Kamis 26 Mei mulai pukul 13.00 hingga selesai.

Panitia diskusi publik Galuh Fauzi mengatakan diskusi publik tersebut mengambil tema "Pancasila : Perspektif Sejarah dan Perkembangannya".

Diskusi dan bedah buku itu akan menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Anab Afifi penulis buku "Ayat-Ayat yang Disembelih", Letkol Eko Ismadi (Pusat Sejarah TNI AD) dan Satria Wibawa, dosen Hubungan Internasional FISIP Unpad.

Dijelaskan Galuh, isu tentang kembali munculnya agen-agen Partai Komunis Indonesia (PKI) telah bergema di telinga masyarakat Indonesia.

Hal tersebut, kata dia, diakui atau tidak telah melahirkan banyak persepsi di masyarakat. Terlebih saat menengok jauh ke belakang terhadap keberadaan PKI terutama di akhir tahun '65.

Media Mahasiswa Indonesia menyikapi isu tersebut dengan gaya intelektual sehingga mahasiswa mampu menyikapinya secara utuh.

Oleh karena itu diperlukan upaya strategis menyongsong intelektualitas mahasiswa Indonesia khususnya Jawa Barat melalui dialog ideologi untuk menegaskan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Ia menambahkan pemuda sebagai bagian dari integral bangsa Indonesia tentu tidak bisa lepas dari sejarah bagaimana gagahnya pemuda Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankannya hingga saat ini.

Pancasila sebagai falsafah bangsa tentu akan selalu mengalami guncangan yang menjadikan posisinya goyang namun kenyataannya tetap tegak berdiri sampai hari ini.

"Menyadari pentingnya aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka kami Media Mahasiswa Indonesia mengajak rekan-rekan Mahasiswa/i se-Indonesia khususnya di Jawa Barat, untuk hadir dalam dialog ideologi dengan grand tema Pancasila," ujar Galuh.

Dengan adanya diskusi publik atau dialog ideologi ini, lanjut Galuh, output yang diharapkam adalah bagaimana ketegasan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus kembali diamalkan oleh semua elemen bangsa termasuk generasi muda.

"Diskusi ini terbatas hanya untuk 100 peserta. Peserta memperoleh snack gratis dan setifikat. Selain itu bagi 50 peserta pertama yang datang dan melakukan registrasi ulang berhak mendapatkan buku "Ayat-ayat yang Disembelih"," jelas Galuh seraya menyebut untuk informasi dan registrasi dapat menghubungi atau SMS panitia di nomor 0882-1808-3760. (Zam)

Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved