Bahan Baku Batik

Perajin Batik Cianjur Keluhkan Stok Lilin dan Pewarna

Batik Cianjuran adalah batik-batik dengan motif khas beras pandan wangi.

Perajin Batik Cianjur Keluhkan Stok Lilin dan Pewarna
TRIBUN JABAR/DIAN NUGRAHA RAMDANI
Batik Beasan atau Batik Cianjuran. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dian Nugraha Ramdani

CIANJUR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Perajin batik Cianjuran di Kabupaten Cianjur mengaku terkendala dengan minimnya bahan baku batik, mulai dari kain, lilin, hingga pewarna alami kain.

Alhasil, setiap pesanan yang diterima perajin batik harus selesai melebihi deadline pengerjaan.

Eliana Trisnawati (40), perajin batik di Kecamatan Warungkondang menuturkan, dia mesti mendatangkan lilin dan pewarna alami langsung dari Pekalongan, Jawa Tengah.

"Sulit buat stok, ya maksudnya kami baru bisa beli bahan baku kalau ada yang memesan. Tetapi, sekali beli kan perlu waktu lama dan tidak setiap beli, bahan bakunya tersedia di Pekalongan," ujarnya di Warungkondang, Rabu (25/5/2016).

Menurut Eli, kain bisa dibeli di Bandung karena tidak sedikit pedagang kain untuk batik di daerah tersebut. Eli mengeluarkan Rp 15 juta sekali belanja. Dengan uang sebesar itu, dia mendapat 1500 yard kain.

"Nah kelemahan di Cianjur, pebatik semakin banyak tetapi tidak ada paguyuban yang memfasilitasi agar pebatik mudah mendapatkan bahan baku, khususnya pewarna alami dan lilin. Kalau belanja langsung ke Pekalongan, selain ongkos mahal, ya kendalanya menunggu stok di Pekalongan ada," ujarnya.

Kini, harga jual satu lembar batik Cianjuran atau berukuran 2 meter x 115 centimeter dengan kualitas medium Rp 80 ribu.

Seperti diketahui, batik Cianjuran adalah batik-batik dengan motif khas beras pandan wangi. Motif beras tersebut disebut motif beasan dan selalu hadir dalam beragam batik Cianjuran. (ram)

Penulis: Dian Nugraha Ramdani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved