Jelang Ramadan
Masyarakat Diminta Waspada Terhadap Bahan Makanan Ini Saat Ramadan
Ada beberapa bahan makanan yang kerap ditambah zat kimia berbahaya.
Penulis: dra | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dony Indra Ramadhan
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung meminta masyarakat untuk mewaspadai sejumlah menu makanan saat bulan ramadan. Sebab, ada beberapa bahan makanan yang kerap ditambah zat kimia berbahaya.
Kepala BBPOM Bandung, Abdul Rahim, mengatakan, pada bulan puasa, konsumsi makanan cenderung meningkat, terlebih banyak variasi makanan yang dijual selama bulan ramadan.
Namun, beberapa bahan makanan yang ramai saat bulan puasa seperti mie basah, kolang kaling, dan cincau, rawan mengandung zat kimia seperti formalin dan borax. Penambahan zat tambahan yang dilakukan oleh produsen bahan makanan ini, dilakukan agar bahan makanan lebih awet.
"Terkadang paradigma masyarakat, kalau bisa bertahan lebih lama itu lebih bagus, padahal belum tentu. Yang namanya menu takjil, itu kan harus dimakan hari itu juga," ujar Abdul kepada Tribun melalui sambungan telepon, Selasa (24/5/2016).
Abdul mengatakan, bahan makanan yang terkontaminasi dengan zat kimia berbahaya, tentunya akan berdampak langsung kepada tubuh konsumen. Berbagai penyakit dari ringan hingga berat, akan dirasakan oleh masyarakat yang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat kimia tambahan.
"Kalau mengkonsumsi, dia akan terakumulasi dalam tubuh lalu merusak fungsi hari, fungsi ginjal, bahkan bisa mencetuskan kanker," katanya.
Abdul mengatakan, penambahan zat berbahay ini biasanya dilakukan oleh produsen bahan makanan. Maka dari itu, pihaknya pun meminta agar para pedagang lebih teliti dalam membeli bahan makanan dari produsen.
"Pedagang belum tentu tahu yang dibelinya seperti apa. Pesan saya untuk pedagang kenali produsennya, sehingga ketika bahan makananya bermasalah, dia tahu belinya dimana dan bagi kami mudah untuk penelusurannya," katanya. (dra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bpom-temukan-mi-berformalin_20160513_132505.jpg)