Rupiah Hari Ini Diperkirakan Melemah

Rupiah melemah akibat komentar The Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan suku bunga acuan di Juni.

Editor: Machmud Mubarok
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/7/2015). Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah 16 poin pada Selasa pagi menjadi Rp 13.430 dibanding sebelumnya di posisi Rp 13.414 per dolar AS. 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pada perdagangan hari ini, Jumat (20/5/2016), rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran 13.375-13.625 dengan kecenderungan melemah, menurut analisis PT Bahana Securities.

Sebelumnya pada perdagangan Kamis (19/5/2016), rupiah ditutup melemah ke level 13.565.

Rupiah melemah akibat komentar The Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan suku bunga acuan di Juni.

Hasil rapat Federal Open Meeting Committee (FOMC) yang digelar bank sentral AS, Federal Reserve, menunjukkan adanya kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate (FFR).

Kenaikan FFR diyakini akan dilakukan pada bulan Juni 2016, dan diprediksi dilakukan dua kali dalam tahun ini.

Faktor lain berasal dari semakin tingginya diskusi terkait kemungkinan Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa atau Brexit.

Selain itu, stok bahan bakar minyak (BBM) di AS juga sedikit turun, yang akhirnya turut menyebabkan gejolak dan volatilitas.

Dari dalam negeri, rupiah melemah akibat jebloknya kinerje perbankan yang mencatatkan kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). (*)

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved