Dua Kubah Baru Dibangun Mendampingi Kubah Utama Masjid Al Fathu Soreang
Kubah masjid ini nantinya jadi tiga, tapi atap julang ngapak khas Sunda tetap ada, sebagai ciri budaya kita.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
SOREANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Masjid Al Fathu di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung akan menjalani renovasi menjelang Ramadan tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, dalam perbaikan jangka panjangnya, dua kubah baru akan dibangun untuk mendampingi kubah utama yang kini sudah memahkotai masjid terbesar di Soreang tersebut.
Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan, menjelang Ramadan, renovasi akan dilakukan di bagian tamannya, terutama bagian muka masjid dan bagian-bagian masjid yang rusak. Dengan demikian, jamaah akan dengan nyaman beribadah di Masjid Al Fathu selama Ramadan.
Tahap renovasi selanjutnya, katanya, berupa penambahan dua kubah di sisi kiri dan kanan kubah utama. Walaupun berupa kubah besar, ukuran dua kubah pendamping ini berukuran lebih lecil dari kubah utama. Tiga kubah ini, kata Dadang, melambangkan pokok agama, yakni iman, islam, dan ihsan.
"Kubah masjid ini nantinya jadi tiga, tapi atap julang ngapak khas Sunda tetap ada, sebagai ciri budaya kita. Kita ingin masjid ini menjadi indah," kata Dadang di sela peninjauan Masjid Al Fathu, Jumat (20/5).
Penataan pertama, katanya, berupa penataan lapangan parkir dan taman. Dengan demikian, kendaraan, termasuk bis bisa parkir dengan nyaman di halaman masjid. Taman depan masjid akan diperindah. Sebelumnya, taman dan kebun tematik telah selesai dibangun di seberang masjid ini.
Hal ini pun, katanya, merupakan persiapan menjelang penyelenggaraan PON XIX Jawa Barat. Masjid yang representatif, katanya, dibutuhkan oleh para peserta PON yang bertanding di 12 venue di Kabupaten Bandung.
Dadang mengatakan telah menunjuk konsultan renovasi masjid ini. Rancangan renovasi masjid pun tengah dikerjakan, termasuk penganggarannya. Untuk merenovasi masjid ini, Dadang mengatakan akan menggalang dana CSR dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Bandung.
"Apalagi masjid ini sudah terintegrasi dengan gedung haji. Bisa jadi wisata religi, orang datang untuk beribadah, zikir, tahlil, tahmid, tidak terputus. Tidak usah ada kubah emas segala," katanya.
Dadang menuturkan belum terpikirkan untuk membangun menara masjid yang memiliki lift sehingga bisa dijadikan tempat wisata pemandangan. Untuk membangunnya, Dadang mengatakan harus sekalian membangun menara yang sangat tinggi dan difungsikan juga sebagai menara pemancar radio, televisi, dan fungsi lainnya
Masjid Al Fathu didirikan pada 1985, saat ibukota Kabupaten Bandung dipindahkan ke Soreang. Masjid ini diresmikan pada 1995. Kemudian, mengalami renovasi pada 2006 dan 2007 dengan pemasangan kubah utama.
Sebelum direnovasi, masjid yang memiliki dua menara ini memiliki atap khas bangunan tradisional Sunda, yakni atap julang ngapak. Kubah pun tetap ditambahkan sebagai mahkotanya tanpa mengganggu gaya bangunan tradisionalnya. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/masjid-al-fathu-soreang_20160520_144505.jpg)