Diskusi Masa Depan Media Cetak
Jumlah Pembaca Media Cetak Turun, Kolom Banyak Berisi Gambar
Koran adalah tempat membangun kebutuhan baru. Peran utama media cetak adalah menyampaikan pesan.
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pemimpin Perusahaan Tribun Jabar Dr Pitoyo M.IKom menekankan, iklan bukan satu-satunya sumber pendapatan media cetak. Dengan melakukan efisiensi seperti mengurangi jumlah kolom dan ketebalan kertas, media cetak bisa menghemat miliaran rupiah.
"Kalau diperhatikan iklan di koran itu tidak ada kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Karena iklan di koran itu tujuannya membangun kebutuhan. Jadi sesuatu yang sebetulnya bukan kebutuhan tapi dipaksakan menjadi butuh," jelasnya, saat menjadi pembicara dalam diskusi ilmiah bertajuk "Ajal Media Cetak" di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (17/5).
Koran, ujarnya, adalah tempat membangun kebutuhan baru. Peran utama media cetak adalah menyampaikan pesan.
"Seolah-olah apa yang sudah kita miliki, kita harus mengadaptasi. Caranya melalui media. Ini yang dimanfaafkan media-media untuk iklan," ucapnya.
Ada media, tambahnya, yang memilih khalayak pembaca demi iklan. Isi media dibuat untuk mereka yang punya minat, kepentingan, aspirasi, atau hobi yang sama.
Budayawan Dr Hawe Setiawan yang turut menjadi pembicara dalam kajian tersebut, menjelaskan bagaimana kebudayaan manusia kian bergantung pada media.
Ia pun mengutip survei yang dilakukan Zenit Optimedia tentang turunnya minat pembaca media cetak di Indonesia. Menurut survei tersebut, minat pembaca media cetak turun
25 persen dalam 4 tahun terakhir. Pembaca majalah juga mengalami penurunan sebesar 19 persen.
Yang mengherankan, penonton televisi pun menurun. Menurut survei tersebut, katanya, rata-rata orang membaca koran paling lama 15 menit.
"Kesimpulan Zenit Optimedia mengatakan kemungkinan konsumsi koran akan terus turun sekirar 5 persen per tahun," katanya.
Berbeda dengan survei ini, survei yang dilakukan oleh International journal of media mengatakan, media cetak masih akan memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat pembaca.
Hawe mengatakan, saat ini kolom koran semakin dibuat ramping dan jumlah gambar dan citraan di media cetak lebih banyak ditemui.
"Karena lebih berhemat waktu (melihat gambar). Lama-lama kesadaran waktu dalam kebudayaan berubah. Tulisan berubah menjadi ke gambar. Ketika lebih banyak gambar dalam media, maka persepsi mengenai dunia dan waktu akan berubah banyak," jelasnya.
Tendensi media, lanjutnya, kini lebih mengintegrasikan teks dengan hal-hal bersifat suara dan gambar. (ee)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/diskusi-media-cetak-di-uin_20160517_192614.jpg)