Arief Yahya Jadi Tokoh Inovatif BUMN 2016 Versi Majalah BUMN Track

Pak Arief Yahya sudah menginspirasi banyak kepala daerah, banyak pejabat struktural, maupun kalangan swasta

Arief Yahya Jadi Tokoh Inovatif BUMN 2016 Versi Majalah BUMN Track
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Menteri Pariwisata Arief Yahya di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Menpar Arief Yahya menerima award di tahun 2016 ini. Kali ini datang dari Majalah BUMN Track, media cetak yang fokus menguliti kinerja korporasi Badan Usaha Milik Negara. Arief pun sekaligus dinobatkan sebagai tokoh yang memberi inspirasi besar pada bisnis di negeri ini. Pemberian award itu dalam rangka HUT ke-9 Majalah BUMN Track. "Selamat, Pak Menpar Arief Yahya terpilih sebagai Tokoh Paling Inspiratif BUMN 2016," ucap Akhmad Khusaini, Pemred Majalah BUMN Track, dalam rilisnya, Sabtu (14/5).

Alasan penyelenggara memilih Arief Yahya adalah karena Menpar yang hobi wayang kulit ini memegang teguh prinsip budaya Jawa, sepi ing pamrih, rame ing gawe! Tokoh yang pernah membuat PT Telkom Indonesia itu memiliki reputasi dunia, laba naik double dalam dua tahun, dan tampil menjadi perusahaan telekomunikasi yang diperhitungkan di level dunia ini, jarang tampil. Tidak banyak menampakkan wajah di seremonial, juga tidak suka menonjol di area publik, sunyi senyap.

"Pak Arief Yahya sudah menginspirasi banyak kepala daerah, banyak pejabat struktural, maupun kalangan swasta. Apa yang akan dilakukan Menpar, selalu mendapat respons positif dari publik. Itulah yang membuat kami sangat respek, publik juga percaya, karena menteri yang memimpinnya sangat menguasai persoalan dan progresif," kata Akhmad.

Arief Yahya, begitu masuk di birokrasi, dalam waktu cepat mengubah spirit bekerja Kemenpar menjadi mirip korporasi. Seperti sebuah perusahaan, dia menggunakan kapasitas dan kemampuan profesionalnya untuk mengurusi kementerial. "Saya terapkan WIN Way, Wonderful Indonedia Way! Jurus 3S untuk membangun budaya kerja atau corporate culture Kemenpar, yakni Solid, Speed, Smart," ucap Arief.

Doktor lulusan Unpad Bandung itu memang punya skema kerja yang sangat sistematis. Tiga hal yang dia kerjakan secara simultan. Pertama, deregulasi, di antaranya kebijakan Visa Free untuk 169 negara, dari sebelumnya hanya 15 negara ASEAN saja. Deregulasi juga dilakukan di kapal cruise dengan pencabutan sabotage, yang memungkinkan sebuah kapal pesiar berbendera asing menaik turunkan penumpang di 5 pelabuhan di tanah air. Satu lagi deregulasi di bidang yacht, perahu pesiar, dengan penghapusan CAIT, sehingga izin masuk yacht cukup 3 jam, dari sebelumnya 3 minggu.

Di bidang pemasaran, Arief Yahya sudah melakukan banyak terobosan sehingga branding Wonderful Indonsia menembus lebel ke 47 dari sebelumnya not available (NA). Branding Wonderful Indonesia sudah mengalahkan Malaysia (94) dan Thailand (83).

Di berbagai travel mart dunia, dari Berlin, Bulgaria, Singapore, India, Los Angeles Amerika, Prancis, Hongkong, Selandia Baru, dan lainnya juga juara. Di level dunia, UN-WTO Indonesia memborong 3 awards langsung. Di Halal Tourism Abu Dhabi juga menggondol 3 penghargaan langsung. Di ASEANTA Manila juga juara.

Di bidang pengembangan destinasi dan Industri, Menpar Arief Yahya juga membangun 10 Top Destinasi Prioritas. "Kita akan punya 10 Bali Baru, agar pengembangan pariwisata terus berkembang, merata, sekaligus mengejar target 20 juta wisman ke tanah air. Dengan destinasi yang ada, tidak mungkin menembus jumlah target itu," kata Arief yang ahli strategic marketing itu.

Soal destinasi, Arief Yahya menggunakan konsep 3A, membangun atraksi, akses dan amenitas. Pola dan rumus-rumus yang dilakukan Arief itu terus disosialisasikan di daerah-daerah. Semakin banyak daerah yang minta agar kawasannya dibangun akses dan amenitas.
Bagaimana dengan achievement? Tahun 2015 target 10 juta tercapai 10,4 juta atau 10,3%. Tahun 2016 ini, triwulan pertama juga masih tercapai targetnya. "Kami akan terus mencari celah untuk menaikkan jumlah wisman di 5 prioritas pasar, yakni Singapore, Malaysia, China, Australia dan Jepang," kata Arief. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved