Cerpen Eko Triono

Maesa-Sima, Perempuan Sembilu

KERETA berganti jalur dan kisah itu mengiang di kepalaku, berkelindan ingin mengingatkan lagi. Kamis, 31 Juli 1789. Atau hari ke-27 Syawal.

Editor: Hermawan Aksan
Ilustrasi Maesa Sima, Perempuan Sembilu 

SEBAGAI hadiah dari Pangeran Adipati, ia mendapat perlakuan istimewa yang baginya menyakitkan. Ia istri kedua. Istri pertama bupati ini sudah tiga bulan meninggal dunia. Tidak ada kepuasan malam itu.

"Mengapa engkau bersikap seperti ini?"

"Sudah selayaknya," jawab Bupati.

Ia menunggu kemungkinan malam berikutnya, sama.

Berikutnya lagi, sama. Berikut dan berikutnya lagi, sama. Sampai malam menumpuk ke dalam rimba tahun yang mencemaskan. Semua kering. Berhumus. Rentan. Mudah terbakar. Hanya sakit, tanpa kepuasan.

"Hanya etika di atas daging dan rasa hampa," pikirnya. "Aku mantan pasukan khusus perempuan, ahli telik sandi, menggunakan senjata, memahami banyak hal, tapi tidak lebih bahagia dari perempuan biasa."

Ia mencoba langkah terlarang. Langkah yang membuatnya harus memendam daging khianat dalam diri.

Ia bersandar pada dada Bupati pada suatu malam dan bercerita tentang hal yang hampir sama diketahui. Ia berkisah tentang dirinya. Kemudian, tentang burung merak kerajaan yang meneladung tamu hingga mati. Tentang orang-orang Belanda yang memancing Pakubuwono III di waduk dan diiringi gamelan. Mereka berebut kepala muda, dan seorang Belanda kejatuhan kepalanya. Tentang kuda yang mengamuk, menyepak-nyepak, dan kuda itu dihukum gantung namun tidak mati-mati. Ia cerita tentang maesa-sima, tarung antara kerbau dan harimau. Putra Mahkota Surakarta gemar menggelarnya. Untuk senangkan hati kompeni, ya, Belanda sebagai harimau dan Jawa dianggap kerbau.

"Kanda suka menjadi harimau?"

"Ya."

"Mengapa tidak mangsa aku dengan buas?"

"Maksudmu?"

"Mengapa harus minta izin saat membuka baju, saat menicumku, saat memasuki tubuhku?"

(Terdiam, menunduk.)

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved