Pekerja Restoran KA Unjuk Rasa

Begini Kronologis Pekerja Restoran Kereta Api di Bandung Mogok Kerja

Yasep mengatakan, surat edaran soal pemutusan kontrak kerja itu sangat tidak adil.

Begini Kronologis Pekerja Restoran Kereta Api di Bandung Mogok Kerja
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Sejumlah pekerja restoran Kereta Api area Bandung berunjuk rasa di Jalan Stasiun Timur, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/4/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejumlah pekerja restoran kereta api di bawah naungan PT Reska Multi Usaha area Bandung melakukan aksi mogok kerja dan unjuk rasa mulai 18 April 2016 sampai 20 April 2016. Aksi mogok kerja itu didasari keluarnya surat edaran perusahaan yang akan memutus kontrak pekerjanya di area Kota Bandung.

Perwakilan pekerja, Yasep Ginanjar, mengaku telah melakukan upaya musyawarah dengan perusahaan membahas tuntutan mereka. Setidaknya perwakilan pekerja telah melakukan perundingan sebanyak tiga kali, yakni 9 Februari 2016, 23 Februari 2016, dan 16 Maret 2016.

"Dari perundingan itu tidak menghasilkan kesepakatan sehingga kami melakukan pemberitahuan soal mogok kerja selama tiga hari," ujar Yasep di Jalan Stasiun Timur, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Selasa (19/4/2016).

Yasep mengatakan, surat edaran soal pemutusan kontrak kerja itu sangat tidak adil. Ia pun menilai surat edaran itu tidak memenuhi kaidah UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaa. Sebabpekerja restoran kereta api telah bekerja selama berturut-turut selama tiga tahun.

"Kami telah sangat berjasa setelah proses penertiban para pedagang asongan yang ada di kereta api. Operasional restorasi kereta api kini semakin maju," ujar Yasep.

Yasep menambahkan, setidaknya empat hal yang diminta para pekerja restoran di kereta api. Antara lain, perusahaan menjadikan pekerja restoran sebagai karyawan tetap, perusahaan harus membayar tunjangan hari raya pada 2015, pemberian pesangon jika ada pemutusan kontrak, dan direktur utama PT Reska Multi Usaha diganti.

"Kami akan terus berusaha dan memperjuangkan hak kami sesuai dengan prosedur," ujar Yasep. (cis)

Penulis: cis
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved