Kunjungan ke Tribun Jabar

FKPT Ajak Masyarakat dan Media Bikin Jabar Tak Lagi Rawan Teroris

Selain dihadiri Dewan Pers Indonesia termasuk narasumber dari wartawan senior Warta Kota Willy Pramudya, juga hadir jajaran pengurus FKPT Jabar

FKPT Ajak Masyarakat dan Media Bikin Jabar Tak Lagi Rawan Teroris
TRIBUN JABAR/DEDY HERDIANA
Sekretaris FKPT Jabar, Gustiana Isya Marjani menyerahkan cenderamata kepada Koordinator Liputan Tribun Jabar, Machmud Mubarok dalam acara kunjungan FKPT Jabar ke Kantor Tribun Jabar di Jalan Sekelimus Utara Nomor 2-4 (Soekarno-Hatta), Kota Bandung, Rabu (14/4/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dedy Herdiana

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Upaya menjadikan Provinsi Jawa Barat (Jabar) agar tidak lagi dicap "merah" atau rawan teroris telah sering dilakukan oleh banyak pihak, terutama jajaran pemerintah.

Namun hingga kini cap "merah" itu seakan terus membayangi karena fakta menunjukkan ada saja terduga teroris yang diamankan aparat penegak hukum di provinsi yang berdekatan dengan ibukota negara ini.

"Jabar merupakan salah satu provinsi yang termasuk rawan teroris, tergolong 'merah'. Karenanya, kami ingin mengajak semua masyarakat terlebih insan media untuk berupaya melakukan pencegahan terorisme. Terkait untuk mengajak media itu kami mengunjungi kantor Tribun Jabar yang merupakan salah satu media acuan masyarakat Jabar," kata Anthonius Jimmy Silalahi dari Dewan Pers Indonesia yang berkunjung bersama jajaran pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jabar ke Kantor Tribun Jabar, Jalan Sekelimus Utara Nomor 2-4, (Soekarno-Hatta), Kota Bandung, Rabu (14/4/2016).

Dalam kunjungan tersebut, selain dihadiri Dewan Pers Indonesia termasuk narasumber dari wartawan senior Warta Kota Willy Pramudya, juga hadir jajaran pengurus FKPT Jabar antara lain Dody S, Gustiana Isya Marjani, Ayi Sofyan, Ikbal S, R Naga Esa, Sakiah H, Feri, Omardiano, Ade H dan Abdul Muis.

Lewat kujungan tersebut, Anthonius berharap FKPT Jabar bisa menjalin silatuhami yang erat dengan media di Jabar. Agar segala upaya dan program pencegahan munculnya faham-faham atau aksi-aksi terorisme di masyarakat bisa sampai kepada semua masyarakat.

"Karenanya kami yakin Tribun Jabar sudah biasa melakukan peliputan soal teroris dengan baik sesuai aturan yang ada. Dalam penyajiannya pun tentu sejalan dengan upaya pencegahan dan Tribun mampu mengedukasi masyarakat agar tidak terpengaruh oleh paham-paham terorisme. Soalnya jangan sampai Jabar yang sudah dicap 'merah' justru jadi bertambah dengan dicap 'pengekspor' teroris," ujarnya seraya menegaskan bahwa pencegahan teroris itu bukan hanya tugas BNPT atau FKPT, tapi menjadi tugas semua masyarakat.

Sementara itu Machmud Mubarok, Koordinator Liputan Tribun Jabar mengatakan bahwa tujuan dari FKPT Jabar tersebut memiliki semangat yang sama dengan Tribun Jabar. Karena Tribun selalu berupaya mengedukasi masyarakat pembacanya melalui pemberitaan yang disajikan, terlebih untuk pemberitaan soal teroris.

"Kami selalu berupaya menghidari sajian-sajian berita yang menunjukkan unsur kekerasan, radikalisme, stigma keagamaan. Karenanya kami menyambut baik segala upaya yang dilakukan FKPT Jabar dalam pencegahan terorisme," katanya. (ddh)

Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved