Pembunuhan

Benarkah Sopir Pribadi di Bekasi Bunuh Guru dengan Cara Dicekik?

NURDIN tengah tertidur dalam keadaan duduk di bangku samping pengemudi.

Benarkah Sopir Pribadi di Bekasi Bunuh Guru dengan Cara Dicekik?
google
Illustrasi. 

BEKASI, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kepolisian Sektor Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, masih mendalami kasus tewasnya guru SMK Negeri 3 Kelapa Gading, Jakarta Utara di rumahnya daerah Bekasi.

Guru bernama Nurdin (51) itu ditemukan tak bernyawa dalam posisi duduk di dalam mobil yang tengah terparkir di teras rumah, Jalan Arjuna Blok BI/32 RT 01/01 Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Kepala Kepolisian Sektor Jatiasih, Kompol Aslan Sulastomo mengatakan, korban tewas karena dibunuh seseorang dengan cara dicekik. Hal ini terungkap saat penyidik melakukan visum terhadap jenazah Nurdin.

"Dari visum luar terlihat ada luka lebam bekas cekikan, kemungkinan korban dibunuh," kata Aslan pada Rabu (13/4/2016) malam.

Aslan menduga, Nurdin dibunuh sopir pribadinya yang bernama Herman (32).

Dugaan ini muncul karena setiap hari Herman selalu mengantar Nurdin ke sekolah.

Tak hanya itu, sesaat sebelum kasus ini terungkap, petugas sekuriti perumahan juga melihat Herman tengah mengendarai mobil majikannya menuju rumah korban.

Bahkan saat itu, kata Aslan, kaca depan mobil korban sudah dalam keadaan pecah.

Petugas sekuriti yang mendapati hal itu lalu melongok ke dalam mobil dan melihat Nurdin tengah tertidur dalam keadaan duduk di bangku samping pengemudi.

"Kepada petugas sekuriti, Herman menyebut majikannya sedang tertidur karena kelelahan," katanya.

Halaman
12
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved