Kabar dari Purwakarta
Pedagang Sate Maranggi Mulai Tempati Lapak Baru, Kawasan Plered Tidak Lagi Semrawut
Lokasi baru pedagang yang berada persis di sebelah Stasiun Plered, memudahkan para penumpang kereta yang hendak mencicipi Sate Maranggi.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Kawasan Kecamatan Plered kini lebih rapi setelah puluhan pedagang Sate Maranggi yang berjualan di pinggir jalan, direlokasi ke tempat khusus di depan kantor Kecamatan Plered, Rabu (6/4/2016).
Mereka kini berjualan tanpa harus menggunakan terpal-terpal biru yang membuat kumuh pemandangan pinggir jalan.
Kemacetan lalu lintas di kawasan itu pun tidak ada lagi. Karena angkutan umum yang menunggu penumpang dan kendaraan yang berhenti untuk menurunkan penumpang atau menurunkan barang sudah tidak terlihat.
Kini, kawasan itu jadi lengang. Para pedagang Sate Maranggi berjualan di tempat khusus di samping Stasiun Plered.

Kios baru untuk pedagang Sate Maranggi di Kecamatan Plered, berlokasi di dekat Stasiun Plered. --- TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Saung-saung dengan bangunan permanen beralaskan keramik putih jadi lapak jualan pedagang makanan khas Purwakarta itu.
Di depan saung-saung dengan bangunan permanen itu disediakan tempat parkir luas untuk para pengunjung.
"Asalnya di sini semrawut. Orang-orang yang mau makan Sate Maranggi, parkirnya di pinggir jalan makin tambah macet dan semrawut," ujar Dani Hermawan (55), warga sekitar Stasiun Plered saat ditemui di kawasan itu, Rabu (6/4).
Lokasi baru pedagang yang berada persis di sebelah Stasiun Plered, kata Dani, juga akan memudahkan para penumpang kereta yang hendak mencicipi Sate Maranggi.
"Pokoknya sekarang lebih rapi, lebih bersih. Para pedagang sate jadi tidak kumuh karena tidak jualan di pinggir jalan lagi," ujar dia.
Bangunan itu memang diperuntukkan untuk pedagang Sate Maranggi Plered yang biasa berjualan di pinggir jalan. Jumlahnya mencapai lebih dari 100 pedagang.
"Bangunannya bisa menampung lebih dari 100 pedagang dan pedagang tidak dibebani sewa lapak. Hanya bayar uang kebersihan dan bayar listrik saja," ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat meninjau kawasan itu pada Rabu (6/4).
Pemkab Purwakarta sendiri menganggarkan Rp 2 miliar untuk membangun tempat khusus pedagang Sate Maranggi.
Lahannya merupakan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang disewakan ke pemerintah setempat dengan harga Rp 824 juta selama 5 tahun. (men)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lapak-pedagang-sate-maranggi-plered-purwakarta_20160406_181010.jpg)