Sampah
Foto Warga dan Perusahaan Pembuang Sampah ke Citarum akan Dipajang di Baliho
Cetak foto para pembuang sampah atau limbah ini pada baligo atau spanduk.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
SOREANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Foto warga dan perusahaan pembuang limbah atau sampah ke Sungai Citarum, Cikapundung, dan sungai-sungai lainnya di Kabupaten serta Kota Bandung, diusulkan untuk dipajang di kantor desa atau disebarluaskan di sejumlah media massa, sampai media sosial.
Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan cara ini akan diusulkan dalam rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung dan sejumlah instansi lainnya untuk mencegah warga membuang sampah atau limbah sembarangan ke sungai. Hal ini dilakukan untuk membuat efek jera kepada warga atau perusahaan yang tak hentinya membuang limbah atau sampah ke sungai yang mengalir di Kota, maupun Kabupaten Bandung.
"Cetak foto para pembuang sampah atau limbah ini pada baligo atau spanduk. Pampang di kantor desa. Atau sebarkan di media massa dan media sosial. Biar mendapat hukuman sosial dari warga. Tulis, inilah orang-orang yang mencemari lingkungan," kata Dadang di Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung, Jumat (1/4).
Selain Pemerintah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang mengangkut sampah dari Sungai Cikapundung dan Citarum, katanya, warga pun harus dibina supaya tidak membuang sampah ke sungai. Jika pemerintah terus mengeruk sampah dari sungai, tetapi warga tetap membuang sampah ke sungai, ujarnya, upaya pembersihan pun akan terkesan percuma.
"Pemerintah Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung, termasuk Pemprov Jabar dan Kodam III Siliwangi, sedang merancang grand design, satukan tekad, supaya target tahun ini semua sungai akan bersih. Sampah akan diangkut dari sungai, sedangkan BBWS Citarum terus mengeruk sedimentasi sungai," kata Dadang.
Dadang mengatakan pihaknya sangat menyambut baik langkah Kodam III Siliwangi yang ikut serta dalam proses pembersihan sungai ini. Bupati mengatakan kekuatan militer untuk menjaga kebersihan sungai sangat berperan dan dibutuhkan. Contohnya, dengan keikutsertaan militer, Korea Selatan dapat membuat sungai-sungai dan kawasan sekitarnya bersih dan bebas banjir.
"Penanganan sungai ini tidak bisa secara parsial. Memang selama ini masih ada ego sektoral, padahal semuanya harus terpadu. Sekarang, BBWS Citarum, Pemprov Jabar, Pemkab dan Pemkab Bandung, disertai Kodam III Siliwangi dan katanya kementerian akan turun, harus saling support menyelesaikan masalah sungai ini," kata Dadang.
Sungai Citarum, katanya, melintasi 11 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Selain dengan penanganan sampah dan pengerukan sedimentasi, rehabilitasi Sungai Citarum dan anak-anak sungainya ini dilakukan juga dengan pengaturan pola tanam lahan pertanian, pembuatan sumur resapan serta embung atau situ, dan penghijauan sekitar DAS Citarum untuk mengurangi sedimentasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Sofian Nataprawira, mengatakan dibutuhkan penganggaran bersama dari Pemerintah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, sampai Pemerintah RI, pada 2017 untuk penanganan sampah di sungai-sungai. (sam)
Apa bentuk kerjasama Kabupaten Bandung dan Kota Bandung untuk mengatasi masalah sampah? Baca berita selengkapnya di edisi cetak Tribun Jabar besok, Sabtu (2/4/2016). Follow akun twitter Tribun Jabar: @tribunjabar dan facebook: tribunjabaronline, untuk mendapatkan info terkini.