Terungkap, Mata Busi yang Digunakan Bandit Pecah Kaca

Polres Garut membekuk tiga pelaku pecah kaca mobil yang sering beraksi di kawasan Kabupaten Garut.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ferri Amiril Mukminin

GARUT, TRIBUN - Polres Garut membekuk tiga pelaku pecah kaca mobil yang sering beraksi di kawasan Kabupaten Garut. Dari pengakuan para pelaku, aksi kejahatan tersebut telah dilakukan di tujuh lokasi.

Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, mengatakan ketiga pelaku berinisial ER (23), YP (21) dan DS (22) melancarkan aksinya pada kendaraan yang membawa barang berharga. YP dan DS tercatat sebagai warga Kabupaten Komering Ulu, Sumatera Selatan. Sedangkan ER merupakan warga Kecamatan Wanaraja, Garut.

Ketiga pelaku berhasil dibekuk di sebuah rumah kos di Kampung/Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul. Para pelaku, lanjut Ridwan, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena akan melarikan diri saat akan ditangkap.

"Para pelaku sudah lama menjadi incaran. Aksi kriminalitas tersebut sudah beberapa kali dilakukan," ujar Ridwan di Mapolres Garut, Senin (28/3).

Menurut Ridwan, para pelaku mengincar barang yang berada di dalam mobil. Untuk memecahkan kaca mobil, komplotan tersebut menggunakan mata busi kendaraan bermotor. Hanya dalam hitungan detik, mata busi yang dilemparkan akan merucak kaca mobil.

"Para pelaku sudah terbiasa dalam melakukan aksinya. Mereka sangat cepat saat akan mengambil barang di mobil," ucapnya.

Ridwan melanjutkan, sebelum melakukan aksinya ketiga pelaku tersebut telah melakukan pengintaian kepada kendaraan yang menjadi sasarannya. Biasanya barang yang menjadi incaran yakni uang tunai, laptop dan telepon genggam yang biasa disimpan di dalam mobil.

"Pelaku juga tak segan melakukan kekerasan kepada korbannya jika terpergok," katanya.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, tambah Ridwan, aksi pencurian telah dilakukan di tujuh titik. Di antaranya Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi dan Samarang.

Dari para pelaku, tutur Ridwan, pihaknya mengamankan barang bukti puluhan tas, telepon genggam, kartu ATM dan sejumlah senjata tajam. Pihaknya hingga kini masih melakukan pengembangan kasus tersebut.

"Bisa jadi masih ada jaringan dari komplotan tersebut. Kami masih mendalaminya. Apalagi kasus ini sudah sangat meresahkan warga," ujarnya.

ER, salah seorang tersangka mengaku telah melakukan aksinya di tujuh tempat. Sasaran utamanya yakni nasabah yang baru mengambil uang di bank.

"Kami pakai mata busi untuk memecahkan kacanya. Barangnya mudah dicari dan tidak meninggalkan jejak," kata ER. (wij)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved