Pembangunan Jalan Lingkar Jatigede Mangkrak Tiga Tahun

Saya tak mau hanya menunggu saja. Saya banyak ditanyai perkembangan jalan lingkar. Staf saya harus bisa menyelesaikannya

Pembangunan Jalan Lingkar Jatigede Mangkrak Tiga Tahun
TRIBUN JABAR/DEDDI RUSTANDI
Jalur alternatif yang digunakan menyusul putusnya Jalan Sumedang-Wado akibat terendam air Bendungan Jatigede macet total dari kedua arah, Minggu (14/2/2016). 

SUMEDANG, TRIBUN – Pembangunan jalan lingkar Jatigede yang mangkrak hampir tiga tahun karena masalah pembebasan lahan. Satuan Kerja (Satker) Jatigede sendiri sudah siap melanjutkan pembangunan jalan lingkar itu asal tak ada masalah lagi dalam pembebasan.

“Sejak awal kami siap membangun jalan lingkar itu namun pembangunan jalan terkendala pembebasan lahan. Kalau pemerintah daerah siap menyediakan lahan, maka Satker tinggal membayarnya,” kata Kepala Satker Jatigede, Airlangga Mardjono.

Soal pengadaan lahan itu, Wakil Bupati Eka Setiawan mengaku ia masih menunggu hasil laporan Panitia Pengadaan Tanah (P2T). "Saya masih belum mendapat hasil laporannya. P2T belum memberikan dan melimpahkan hasil pekerjaan pengadaan tanahnya ke satker," kata Eka, Senin (21/3).

Sebelumnya, Wabup Eka sempat berjanji dalam sepekan akan menuntaskan masalah pembebasan lahan jalan lingkar. “Saya tak mau hanya menunggu saja. Saya banyak ditanyai perkembangan jalan lingkar. Staf saya harus bisa menyelesaikannya. Saya akan desak P2T untuk segera menuntaskan
masalahnya harus seperti apa," kata Eka.

Beberapa kali alokasi untuk pembebasan lahan itu dananya harus dikembalikan ke kas negara karena tak terserap. Termasuk untuk tahun ini, sebagian dana untuk pembangunan jalan lingkar bagian timur terpaksa digeser ke lingkar bagian barat karena ada yang ambles.

Sampai saat ini masih 413 bidang di sembilan desa yang belum dibebaskan karena ada bangunan tummbuh atau dikenal dengan rumah hantu. Saat ini bangunan rumah hantu itu banyak yang sudah tidak ada karena rusak dan yang tersisa hanya puing serta pondasi asal-asalan saja. Rumah hantu ini dibangun sejak 2008 lalu dan sempat didata pemerintah.

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kesulitan untuk melakukan pendataan dan menghitung nilai bangunan karena bangunan sudah tidak ada.
Kepala Satker Jatigede menyebutkan jika untuk pembangunan jalan lingkar masih terganjal maka bakal digeser ke jalan yang sudah ada, memamfaatkan jalan yang sudah ada saja mulai dari Jemah, Cisampih, Ciranggem, Mekarasih sampai ke jalan lingkar yang sudah jadi di bagian barat.,

Jalan lingkar di bagian timur sama sekali belum terlihat mulai dari Desa Jemah, Cisampih, Ciranggem dan Mekarasih di Kecamatan Jatigede sampai ke Kecamatan Jatinunggal dan Wado. Jalan lingkar yang sudah ada dan diaspal baru di wilayah bagian barat, itu juga banyak yang jalannya ambles. (std)

Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved