Praveen /Debby Minta Doa Menang di Semifinal
Praveen Jordan/Debby Susanto melangkah ke babak semifinal setelah menundukkan pasangan Tiongkok, Liu Cheng/Bao Yixin, 21-14, 23-21 dalam 40 menit.
BIRMINGHAM, TRIBUN - Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto, menjaga peluang Indonesia meraih gelar pada All England 2016 yang berlangsung di Barclaycard Arena, Birmingham, 8-13 Maret. Mereka melangkah ke babak semifinal setelah menundukkan pasangan Tiongkok, Liu Cheng/Bao Yixin, 21-14, 23-21 dalam 40 menit.
"Dari pertandingan kemarin kami belum dapat feel-nya. Pada awal gim pertama tadi juga belum enak mainnya. Tetapi, kemudian kami menyesuaikan kondisi dan komunikasi saja supaya lebih percaya diri mainnya," kata Praveen.
Praveen/Debby sempat unggul pada awal gim pertama sebelum tersusul lawan. Meski sempat berbalik dalam posisi tertinggal, mereka mampu bangkit dan akhirnya memenangi gim pertama.
Pada gim kedua, mereka lebih sering dalam posisi tertinggal. Titik balik terjadi setelah mereka berhasil menyamakan kedudukan pada 16-16. Setelah beberapa kali imbang hingga 21-21, Praveen/Debby berhasil memenangi pertandingan.
"Kami menikmati permainan dan tidak terbeban dengan hal apa pun. Karena kami kan sudah pernah ketemu, pernah kalah dan pernah menang, jadi kami sama-sama main nothing to lose," ujar Debby.
Pada babak semifinal, Praveen/Debby akan menghadapi unggulan pertama dari Tingkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Dari tujuh kali pertemuan sebelumnya, Praveen Debby belum pernah bisa mengalahkan Zhang/Zhao.
"Kami belum pernah menang saat bertemu mereka, hanya hampir menang. Jadi, kami mohon doanya supaya besok bisa menang lawan mereka," ujar Praveen.
Praveen/Debby merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terhenti pada babak perempat final setelah kalah 18-21, 16-21 dari Chris Adcock/Gabrielle Adcock.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/preven_debby_20160312_065909.jpg)