Selasa, 28 April 2026

Wisata Bandung

Berwisata Sekaligus Belanja Kain di Kawasan Tekstil Cigondewah, Asyik Juga Tuh

Di KTC terdapat lebih dari 100 toko yang menjual beragam jenis kain seperti katun, brukat, sivon, satin, bahkan hingga kain songket

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR/SITI FATIMAH
Pengunjung berbelanja kain di Cigondewah, Kota Bandung. 

BANDUNG memiliki satu kawasan terpadu penjualan kain yang dijual dalam bentuk kiloan dan meteran yakni Kawasan Tekstil Cigondewah atau KTC. Orang selama ini lebih suka menyebutnya dengan nama Pasar Cigondewah. Terletak di Jalan Cigondewah, lokasi ini masuk menjadi salah satu icon wisata kota Bandung. Namun jangan sampai keliru, di luar KTC dan masih di lokasi yang sama, terdapat juga toko-toko kain tradisional yang juga menjual beragam jenis kain.

Untuk menuju KTC sangat mudah. Bagi warga di luar kota Bandung akan lebih mudah bila keluar dari Pintu Tol Kopo. Begitu juga untuk warga kota Bandung, cukup banyak angkutan umum yang melewati lokasi yang buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 ini.

Di KTC terdapat lebih dari 100 toko yang menjual beragam jenis kain seperti katun, brukat, sivon, satin, bahkan hingga kain songket dan sari India. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke sini, pastikan membeli kain untuk keperluan apa? Di sini kain ada yang dijual dalam bentuk kiloan dan meteran.

Sriyani, salah satu penjaga toko di KTC mengatakan biasanya orang yang membeli dalam bentuk kiloan untuk dijual lagi atau untuk dibuat pakaian dengan tujuan untuk dijual kembali. Mereka yang membeli dalam bentuk meteran, kebanyakan untuk keperluan pribadi. "Ada sih yang membeli meteran untuk dijual lagi, tapi kebanyakan beli dalam bentuk kiloan karena lebih murah," katanya.

Widiyanti, pembeli asal Purwakarta memberikan tips bila ingin membeli kain di KTC. Menurutnya harga kain-kain di KTC cukuo murah dibanding tempat penjualan kain lainnya di Kota Bandung. Selain itu, di KTC dijuak beragam jenis kain dengan motid yang juga sangat banyak. Karena itu, KTC tidak saja dikenal oleh warga kota Bandung tapi sampai ke kota lain.

"Banyak orang Jakarta sampai orang Yogja juga tahu kalau di Cigondewah banyak dijuak kain bagus-bagus dengan harga murah," katanya.

Meski begitu, pembeli harus cerdas saat memutuskan untuk membeli kain kiloan atau meteran. Masing-masing memiliki kelebihan. Kain kiloan harga lebih murah, namun pembeli harus siap dengan kondisi barang yang sudah ada, misal ada sedikit cacat warna yang kusam atau serat kain yang sedikit sobek. Berbeda dengan membeli meteran, karena bila ada bagian yang kurang baik, bisa memilih untuk tidak menyertakan bagian yang rusak tersebut. Namun harga kain meteran sedikit lebih mahal dari kain kiloan.

"Tapi gampang ko, kalau membeli kain kiloan harus lebih cermat, lebih teliti. Karena banyak juga kain kiloan yang kondisinya masih bagus. Pokoknya kalau beli kain kiloan jangan terburu-buru, perhatikam dengan seksama kondisi kain sebelum membeli," katanya.

Sejarah KTC

MUNGKIN sudah banyak yang tahu tentang keberadaan pasar kain ini. Tapi, sudah tahukah asal mula KTC ini ada? Berikut sedikit info tentang KTC yang bisa jadi bahan informasi buat Anda yang suka shopping kain di lokasi ini.

Dikutip dari website resmi KTC, disebutkan bahwa Cikal bakal terbentuknya kawasan ini berasal dari pemikiran dan keinginan kuat dari Bapak Kurnaen Wiriadisastra terhadap putra-putrinya dengan visi agar dapat meneruskan kelangsungan hidup dengan layak melebihi pencapaian hidup beliau sendiri.

Disebutkan pada tahun 1980an Bapak Haji Kurnaen membeli sebidang lahan secara bertahap di Jalan Tanjakan Ma’aren yang kini dikenal dengan nama Jalan Cigondewah Rahayu, dan pada tahun 2000 beliau melakukan pengamatan di sekitar jalan cigondewah dimana pada saat itu jumlah kendaraan yang melewati jalan tersebut dari hari ke hari semakin meningkat dan dijalan cigondewah tersebut pada saat itu toko-toko tekstil mulai bermunculan akan tetapi masalah parkir kendaraan menjadi kendala yang utama karena lebar jalan yang sempit, sehingga munculah ide untuk mendirikan kawasan pertokoan tekstil yang nyaman sehingga pada awal tahun 2001 dibangun 7 unit toko dan selesai pada akhir tahun 2001 dan toko-toko tersebut beliau sewakan dan sebagian digunakan salah seorang anaknya sebagai tempat usaha jual beli kain.(tif)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved