Penambangan Ilegal

Belasan Gurandil Berikut Ore Diamankan Polisi

Penyidik masih menelusuri asal bahan emas tersebut didapat.

Belasan Gurandil Berikut Ore Diamankan Polisi
DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
ILUSTRASI: Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Muspika Tarogongkaler menutup dan menghentikan aktivitas pertambangan batu serta pasir di Blok Sereh Jawa di kaki Gunung Guntur, Selasa (3/2/2015). (FOTO: TRIBUN JABAR / M SYARIF ABDUSSALAM) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebanyak 13 pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) ditangkap jajaran Polsek Jasinga.

Selain itu polisi juga mengamankan belasan karung berisi batuan yang diduga ore atau bahan baku emas.

Informasi yang dihimpun Tribun, pelaku PETI itu diamankan ketika melintas di depan Markas Polsek Jasinga, Jalan Letjen Sayuti, Kabupaten Bogor, Jabar.

Kala itu jajaran Polsek Jasinga sedang melakukan razia di depan kantornya, Jumat (4/3/2016), sekitar pukul 03.00 WIB.

"Saat diperiksa, mobil pikap tersebut ternyata berisi 19 karung batuan bahan emas hasil tambang ilegal. Lantas penumpang diamankan untuk diperiksa," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, melalui keterangan resminya, Sabtu (5/3/2016).

Dikatakan Sulistyo, petugas juga juga menemukan beberapa peralatan yang digunakan untuk menambang. Antara lain lima buah pahat, dua buah palu, dua buah linggis, sebilah golok, sepasang sepatu karet dan delapan alat pikul.

Menurutnya, barang bukti tersebut disita penyidik Polsek Jasinga untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Menurutnya, penyidik masih menelusuri asal bahan emas tersebut didapat.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk pengembangan lebih lanjut," kata Sulistyo.

Adapun ke-13 pelaku PETI tersebut berasal dari Kampung Lebakhuni dan Kampung Pangradin. (*)

Penulis: cis
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved