APBN Hanya Mampu Menerangi 120 Desa
Sebanyak 2.519 desa diantaranya masih gelap gulita atau belum teraliri listrik sama sekali
JAKARTA, TRIBUN - Setiap tahun, Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) hanya mampu menerangi 120 titik desa. Sementara itu, sebanyak 2.519 desa diantaranya masih gelap gulita atau belum terlistriki sama sekali.
Hal itu dipaparkan oleh Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana di Jakarta, Minggu (28/2).
Dia mengatakan, pemerintah khususnya dalam hal ini Kementerian ESDM berencana melakukan percepatan elektrifikasi.
Sebab, anggaran yang mampu disediakan APBN tiap tahunnya sangat tidak mencukupi untuk mengejar target rasio elektrifikasi 97% di 2019.
"Tiap tahun anggaran dari APBN hanya mampu menerangi 120 titik, atau desa. Berarti kalau untuk 12.659 desa, perlu 100 tahun kita melistriki semuanya," kata Rida.
Sebanyak 12.659 desa tersebut merupakan desa tertinggal yang belum memperoleh akses listrik dari jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebanyak 2.519 desa diantaranya masih gelap gulita atau belum teraliri listrik sama sekali.
Oleh karena itu, Rida bilang, kegiatan elektrifikasi ke depan tidak bisa menggunakan cara-cara yang telah lampau.
Rida mengatakan, atas dasar itulah Kementerian ESDM meluncurkan Program Indonesia Terang (PIT).
"Kalau enggak, untuk yang 2.519 desa saja itu perlu 25 tahun, dan itu terlalu lama, makanya ini bagaimana dipercepat menjadi 5 tahun ke depan, dan harus bisa," ujar Rida. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/listrik_20160107_134204.jpg)