Pendidikan

Semua Pelajar Purwakarta Bangun Pukul 4, Salat Subuh, Lalu Berangkat ke Sekolah

Polisi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purwakarta sebelum hari terang sudah bersiaga apel di Mapolres

Semua Pelajar Purwakarta Bangun Pukul 4, Salat Subuh, Lalu Berangkat ke Sekolah
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Sekitar pukul 05.30, Selasa (23/2) polisi sudah bersiaga di jalanan menyebrangkan pelajar menuju sekolahnya di Jalan Sudirman Purwakarta. 

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Jalanan protokol Purwakarta sejak pukul 05.00 pagi sudah ramai setiap hari biasa, meskipun kota itu hanya dihuni sekitarsatu juta penduduk menurut data statistik BPS Purwakarta 2015. Angkutan umun berbagai jurusan sudah dipenuhi penumpang rata-rata pelajar.

Sejak pertengahan 2015, jam masuk sekolah bagi semua pelajar di sekolah negeri di Purwakarta dimulai pukul 06.00. Otomatis, sebelum pukul 06.00, para pelajar sudah disibukkan menyiapkan pelajaran.

Pantauan Tribun pada Selasa (23/2) pagi pukul 05.30 di sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan Veteran, hilir mudik orang tua mengantar anak sekolah menggunakan roda dua dan empat.

Polisi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purwakarta sebelum hari terang sudah bersiaga apel di Mapolres Purwakarta pada pukul 05.00. Kemudian, kata Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Yudi Sadikin, pukul 05.15 personilnya mulai bersiaga di sejumlah titik.

"Di Purwakarta Polantasnya paling bangun pagi, apel siaga pukul 05.00 lalu terjun jam 05.15 karena jam masuk sekolahnya pukul 06.00 pagi," ujar Yudi di Mapolres Purwakarta, Selasa (23/2).

Ia merupakan perwira pindahan sebelumnya dari Polres Ciamis yang juga menjabat Kasatlantas. Menurutnya, siaga sejak pukul 05.00 merupakan hal baru. Meski begitu, kebijakan Pemkab Purwakarta yang menetapkan sekolah masuk pukul 06.00 membawa manfaat juga bagi polisi.

"Di Purwakarta paling pagi karena daerah lain di Jawa Barat biasanya siaga sejak pukul 06.00 karena masuk sekolahnya jam 07.00," ujar dia.

Masuk sekolah pukul 06.00 membawa perubahan pada banyak hal bagi pelajar maupun orang tua. Nani (17) siswa kelas II SMA 3 Purwakarta harus bangun lebih awal. "Sekarang bangunnya jam 04.30, shalat shubuh dulu, mandi lalu pergi. Malamnya enggak bisa begadang, jadi lebih teratur, awalnya berat tapi sekarang sudah terbiasa," ujar Nani.

Hal senada dikatan M Andi (14) siswa SMP Negeri 1 Purwakarta. Ia dibangunkan jam 05.00 oleh orang tuanya untuk shalat, mandi lalu berangkat ke sekolah. "Dulu mah bangunnya jam 06.00, tidak shalat shubuh soalnya kesiangan, sekarang jadi lebih teratur," ujarnya.

Waktu menjadi teratur dijalani pelajar maupun orang tua. Namun, justru itu menambah tantangan baru, orang tua mereka jadi tambah repot. "Wah awalnya repot banget kalau bagi orang tua, kami jadi harus bangun jam 04.00 pagi, siapin sarapan, urus dua anak sekolah," ujar Susi Susilawati (45), orang tua pelajar di SMA Negeri 2 Purwakarta saat ditemui di Jalan Sudirman.

Awalnya ia menentang kebijakan itu. Namun lama-lama toh ia menyesuaikan dan ia juga bukan wanita karir. "Untungnya saya ibu rumah tangga biasa, awalnya repot tapi sekarang sudah biasa. Bahkan dipikir-pikir bagus juga, lebih disiplin," ujarnya seraya tertawa.

Imas Karyati (40) orang tua pelajar SMA Negeri 2 lainnya mengatakan hal sama. Selain sebagai istri dan ibu bagi dua anaknya yang sekolah, ia juga seorang buruh pabrik di kawasan Jatiluhur. "Saya repot banget tiap hari bangun pagi terus, jam 04.00 kadang jam 04.30, bangunin anak-anak, siapin sarapan. Pokoknya repot banget kalau bagi saya yang kerja," ujar dia.(men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved