Pelantikan Kepala Daerah
Ini Harapan Warga Bandung Kepada Bupati Dadang Naser yang Menjabat Kedua Kalinya
Sejak 2000, beberapa kali Pasar Banjaran terbakar. Kami pun beberapa kali membangun kembali pasar secara swadaya
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
SOREANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Berbagai harapan diungkapkan warga atas dilantiknya Dadang M Naser dan Gun Gun Gunawan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung. Mulai dari penanganan masalah banjir tahunan, peningkatan kualitas pertanian, penataan kawasan wisata, pemerataan pembangunan dan pelayanan publik, sampai penolakan revitalisasi pasar oleh pihak ketiga, menjadi harapan warga Kabupaten Bandung.
Pengurus Ikatan Warga Pedagang Pasar Banjaran, H Eman Suherman, berharap pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bandung kali ini lebih percaya diri dalam merevitalisasi pasar tradisional tanpa menggandeng investor atau pihak ketiga. Revitalisasi pasar bersama investor, katanya, hanya akan menyulitkan para pedagang, seperti tang terjadi di sejumlah pasar lainnya di Jawa Barat.
"Sejak 2000, beberapa kali Pasar Banjaran terbakar. Kami pun beberapa kali membangun kembali pasar secara swadaya atas bantuan pemerintah dan para ahli. Cukup dengan kemampuan para pedagang pasar dan pemerintah, kami harap Bupati merevitalisasi tanpa menggandeng pihak ketiga," kata Eman di Pasar Banjaran, Rabu (17/2).
Dengan dana dari APBD, APBN, atau bahkan modal para pedagang pasar, revitalisasi pasar tradisional bisa dilakukan secara bergotong royong dan mandiri. Dengan bantuan para ahli, pasar tradisional bisa direvitalisasi menjadi bersih, tertata rapi, dan tanpa kehilangan identitasnya.
"Budaya kami dalam membangun pasar tradisional sudah seperti itu, tolonglah jangan pakai pihak ketiga. Bupati baru ini haruslah percaya pada diri sendiri dan warganya, dengan bergotong royong mampu membangun lebih baik," katanya.
Eman mengatakan terdapat 1.200 pedagang di Pasar Banjaran, 700 pedagang di pasar tumpah, dan 200 pedagang di pasar pribadi di sekitar Pasar Banjaran. Belum lagi, katanya, terdapat pedagang di terminal dan toko-toko sekitar pasar.
Pengamat Pertanian asal Kecamatan Rancabali, Dede Badru Munir, mengatakan diharapkan pada periode kali ini, Bupati dan Wakil Bupati Bandung memiliki perhatian lebih terhadap perkembangan pertanian di Kabupaten Bandung, daripada periode sebelumnya.
"Lahan pertanian telah banyak berubah, terutama di Pasirjambu-Ciwidey-Rancabali. Dari pertanian menjadi kawasan wisata, permukiman, atau penginapan. Ditambah penurunan produktivitas lahan pertanian karena tidak mengalami rotasi jenis tanaman," kata Dede.
Fluktuasi harga sayuran, harga pupuk, obat tanaman, dan benih yang mahal, serta kelangkaan pupuk bersubsidi, menjadi tugas utama para pemimpin baru ini. Selain itu, pemerintah didesak memberikan pelayanan terhadap kebutuhan para petani kecil.
"Untuk menyejahterakan petani kecil, bisa digalakan kembali kerja sama dengan perhutani untuk menanam kopi atau tanaman yang bisa ditanam di hutan. Komoditas jangka panjang ini dapat membantu kesejahteraan petani," katanya.
Ketahanan dan mandiri pangan, menurut Dede, jangan hanya dijadikan jargon pemerintah, melainkan benar-benar diusahakan melalui program yang berkualitas dan berkelanjutan. Inilah saatnya pemerintah melindungi lahan pertanian dari desakan pembangunan industri, perumahan, kawasan wisata, dan pembangunan lainnya.
"Pemerintah harus tegas menegakkan Rencana Tata Ruang Wilayah. Kalau ada pembangunan tidak sesuai dengan RTRW, harus berani menindak. Termasuk menata bantaran sungai supaya tidak banjir lagi," katanya.
Wanita karir asal Desa Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Ratnasari (30), berharap Bupati dan Wakil Bupati Bandung terpilih hasil Pilkada Serentak 2015 ini memerhatikan kawasan perbatasan dengan kota atau kabupaten lain. Perkembangan wilayah di perbatasan dengan Kota Bandung dan Cimahi, katanya, sudah sangat pesat.
"Jangan sampai Bupati Bandung kecolongan dengan perkembangan di kawasan perbatasan. Mohon diperhatikan pelayanan kependudukan, kesehatan, dan pendidikan, di sini. Kebanyakan memang warganya malah beraktivitas di Kota Bandung, tapi jangan sampai warga sini merasa bukan warga Kabupaten Bandung karena diacuhkan," kata Ratnasari. (Sam)
Apa yang seharusnya dilakukan Bupati Dadang untuk kawasan perbatasan? Selengkapnya, bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (18/2/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/heryawan-melantik-6-bupati-dan-walikota_20160217_103137.jpg)