Breaking News:

Ekonomi

Industri Perhiasan Tanah Air Kalah Kuantitas, Unggul Kualitas

Untuk mengedukasi masyarakat tentang proses menghasilkan berlian excellent, IWP hadir dan terbuka untuk umum.

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Tamu undangan melihat-lihat beragam perhiasan berlian pada Soft Opening Wisata Edukasi Proses Pembuatan Berlian Indo Wisata Permata di Komplek Citra Green Dago, Kota Bandung, Minggu (14/2/2016). Badan usaha pertama di Indonesia yang mengelola proses pembuatan berlian dengan teknologi laser ini dikemas dalam wisata edukasi yang diperuntukan bagi masyarakat umum. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Industri perhiasan tanah air mulai menggeliat. Meski masih kalah bersaing untuk produksi, namun Indonesia memiliki sumber daya alam seperti batu mulia bahkan berlian dengan kualitas nomor satu di dunia.

Kementerian perindustrian mencatat hingga pertengahan 2015, jumlah perusahaan yang bergerak di industri perhiasan di seluruh Indonesia mencapai 36.636 unit. Potensi tersebut, mampu menyerap 332.802 tenaga kerja dengan nilai produksi Rp 11,15 triliun tiap tahun.

"Hanya Afrika Selatan sebagai penghasil batu permata jenis berlian terbanyak di dunia. Jumlahnya berton-ton dan sebagian besar diolah di Kota Surat, India dengan jumlah tenaga kerja mencapai 600 orang. Memang permata asal Indonesia kalah dalam jumlah kuantitas produksi, namun memiliki kualitas terbaik di dunia," kata Pengelola Indo Wisata Permata (IWP), Yopi Mesa Yudi pada acara soft launching IWP di Komplek Citra Green Dago Blok N No-1-10 Bandung, Minggu (14/2/2016).

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber alam penghasil batu berlian di Kalimatan terbaik di dunia secara kualitas. Namun karena proses pembuatan para perajin berlian masih tradisional, sampai kini tetap tidak pernah menghasilkan berlian kualitas excellent.

Bahkan cara pembuatan tradisional di Kalimatan sulit menghasilkan kualitas di bawah excellent, yakni very good dan good. Kebanyakan kualitas fair dan poor.

Untuk mengedukasi masyarakat tentang proses menghasilkan berlian excellent, IWP hadir dan terbuka untuk umum.

Proses inilah yang menjadikan IWP sebagai pusat wisata pertama yang terang-terangan memperlihatkan proses berlian yang didukung mesin kualitas modern pertama di Asia.

Kapasitas mesin bisa memproduksi 50 hingga 100 gram bahan mentah berlian.

"Ini yang pertama di Asia, dimana sebuah proses pembuatan berlian dari material mentah (rough diamond) hingga menjadi berlian dengan menggunakan teknologi laser sampai menjadi berlian excellent, terbuka dan diperlihatkan ke publik," katanya.

Ia menambahkan, terobosan kemasan wisata edukasi ini agar masyarakat umum bisa lebih mengenal tentang berlian dan pembuatannya bahwa berlian dari bumi Nusantara adalah yang terbaik di dunia, di samping Afrika Selatan, jika dikelola dengan teknologi yang baik dan benar. (tif)

Berita terkait bisa Anda baca di Koran Tribun Jabar, Senin (15/2/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved