Breaking News:

Serba Serbi Tribun

Saat Pemakaman Usai, Sang Suami Kaget Lihat Wujud Istrinya Masih Hidup dan Menyapanya

Bukannya merasa gembira, pria itu justru tampak ketakutan.

Editor: Dedy Herdiana
Kompas.com
Ilustrasi peti mati 

Akhir yang bahagia itu—setidaknya kebahagiaan untuk sebuah drama ketika seorang pria telah mencoba untuk membuat istrinya tewas terbunuh—dapat terjadi karena tiga pembunuh bayaran yang memiliki prinsip, karena bantuan seorang pendeta, dan karena seorang perempuan yang sangat berani, yaitu Rukundo sendiri.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Masalah Rukundo dimulai hampir tepat setahun lalu, ketika ia terbang dari rumahnya di Melbourne dengan suaminya, Kalala, untuk menghadiri pemakaman di Burundi, kota asalnya. Ibu tiri dari Rukundo meninggal dunia, dan itu membuatnya sedih serta tertekan.

Ia kembali ke kamar hotelnya di Bujumbura, yang terletak di ibu kota, menjelang malam. Merasa begitu putus asa, ia memutuskan untuk berbaring.

Kemudian, suaminya menelepon.

"Dia mengatakan kepada saya untuk keluar mencari udara segar," katanya kepada BBC.

Saat Rukundo melangkah keluar dari hotelnya, seorang pria maju dan menodongkan pistol ke arahnya.

"Jangan berteriak," kata pria itu. "Jika kau mulai berteriak, saya akan menembakmu. Mereka akan menangkap saya, tetapi kau? Kau sudah mati."

Rukundo yang ketakutan lalu menuruti perintah itu. Dia dibawa ke mobil. Matanya ditutup sehingga dia tidak bisa melihat ke mana dirinya dibawa.

Setelah 30 atau 40 menit, mobil itu berhenti. Rukundo didorong ke sebuah gedung dan diikat ke kursi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved