Papan Nama Jalan Kota Bandung

Pemerintah Harusnya Libatkan Ahli untuk Penulisan Papan Nama Jalan Pakai Aksara Sunda

Cara penulisan antara aksara Latin dan Sunda melalui komputer, katanya, memiliki perbedaan yang sangat besar.

Pemerintah Harusnya Libatkan Ahli untuk Penulisan Papan Nama Jalan Pakai Aksara Sunda
BUKBIS CANDRA ISMET BEY
Kondisi papan nama Jalan DR Ir Sukarno beraksara Sunda di Kota Bandung, Senin (15/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ilham Nurwansah mengatakan seharusnya pemerintah melibatkan ahli aksara Sunda saat membuat palan-papan nama jalan ini. Dengan demikian, ahli aksara Sunda bisa memeriksa kembali hasil cetakan papan nama jalan sebelum dipasang.

"Saya menduga kesalahan penulisan ini terjadi akibat pembuat tulisan pada papan tersebut langsung menggunakan aplikasi komputer untuk mengetik aksara Sunda. Seharusnya, dibuat secara manual dulu dan hasilnya diperiksa oleh ahlinya lagi," kata Ilham.

Cara penulisan antara aksara Latin dan Sunda melalui komputer, katanya, memiliki perbedaan yang sangat besar. Aksara Sunda, tutur Ilham, memiliki sistem silabik atau suku kata.

(lihat: VIDEO: Terakhir Melatih, Pelatih Djadjang Nurdjaman Peluk Satu Per Satu Pemain Persib Bandung)

Karenanya, penulis aksara Sunda pada papan nama jalan ini diduga belum memahami benar penulisan aksara Sunda. Diduga, penulisnya hanya mengetik aksara Sunda di komputer laiknya mengetik pada kibor berhuruf Latin. Hal ini dilihat dari banyaknya aksara ngalagena yang tidak disertai rarangkén pamaéh saat dibutuhkan dan penyalahgunaan rarangkén jenis lainnya.

"Sangat disayangkan ini terjadi di Bandung, tempat aksara Sunda dirumuskan, dibakukan, dan disebarluaskan ke seluruh Jawa Barat. Nyolok panon buncelik, ternyata kesalahan penulisan aksara Sunda malah muncul di papan-papan nama jalan utama di Kota Bandung, yang mudah dijumpai masyarakat," katanya.

Aksara Sunda, menurut Ilham, dibakukan pada 2008 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, dilakukan pembahasan mengenai aksara Sunda dari berbagai naskah beraksara Sunda unkunoleh sejumlah profesor, doktor, dan ahli bahasa lainnya.

Aksara Sunda ini telah terdaftar menjadi unicode internasional dengan nomor registrasi unik. Selain untuk penulisan nama-nama jalan, gedung, museum, dan nama lainnya, aksara Sunda digunakan untuk penulisan karya sastra, desain grafis, karya seni, sampai berbagai produk kreatif. (*)

Naskah ini menjadi berita sorotan di halaman 1 Koran Tribun Jabar, Selasa (26/1/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved