Dialog Pancasila
Mengagumkan, Ini Jawaban Pelajar saat Ditanya Makna Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Saya minum dari air Indonesia dan menghirup udara Indonesia. Karenanya, saya harus membela Indonesia
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Kisdiantoro
RATUSAN pelajar dari sejumlah SMA negeri di Purwakarta serempak membacakan lima sila dari Pancasila, di hadapan Dandim 0619 Purwakarta Kolonel Inf Czi Cahyadi Amperawan, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan tokoh organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Purwakarta, Deni Ahmad Khaidar di Aula Janaka, Komplek Pemkab Purwakarta, Selasa (19/1).
Mereka mengikuti sekolah ideologi yang digagas bupati. Pertanyaan pertama pun dilontarkan Dedi. "Apa makna Persatuan Indonesia sesuai bunyi sila ketiga Pancasila," ujar Dedi melontarkan pertanyaan.
Para pelajar ini serentak mengacungkan tangan hendak menjawab. "Persatuan Indonesia memiliki makna bangsa Indonesia harus bersatu, apapun kondisinya. Jika bersatu, maka Indonesia akan kuat. Meski Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, tapi Indonesia tetap bersatu, Bhinneka Tunggal Ika," ujar Putri (17), pelajar dari SMA Negeri 2 Purwakarta menjawab pertanyaan Dedi.
Dedi kembali melontarkan pertanyaan masih seputar Pancasila pada para pelajar. "Apa makna kemanusiaan yang adil dan beradab sesuai bunyi sila kedua Pancasila," ujar orang nomor satu di Purwakarta yang disambut antusias pelajar untuk berburu menjadi penjawab pertanyaan.
"Makna kemanusiaan adalah ketika manusia memaknai sifat manusiawi anugerah dari Tuhan, untuk berbuat baik terhadap sesama. Menghargai perbedaan pendapat karena orang hebat itu bukan karena kuat, tapi bisa menghargai pendapat," ujar Arifin (18), siswa pelajar SMA Negeri 3 Purwakarta.
Dedi kemudian bertanya soal unsur manusia padanya. "Lantas apa itu manusia, apa saja unsur yang ada pada manusia," ujar Dedi.
Jawaban Arifin memukau para pelajar dan para pemateri. "Manusia terdiri dari empat unsur, unsur tanah, unsur air, air udara. Saya lahir di tanah Indonesia, minum dari air Indonesia dan menghirup udara Indonesia. Karenanya, saya harus membela Indonesia," ujar Arifin.
Ratusan orang yang hadir di ruangan itu pun berdecak kagum dengan pertanyaannya. Termasuk Dandim Purwakarta. "Luar biasa, excellent. Saya yakin, jika semua pelajar Purwakarta bisa memahami Pancasila, tidak akan ada pelaku teror di Purwakarta," ujar Cahyadi.
Itulah sedikit gambaran tentang sekolah ideologi yang digagas Dedi. Sekolah itu sendiri digagas Dedi untuk menangkal terorisme sejak dini. Sekolah ideologi ini juga akan digelar setiap seminggu sekali yanhg akan diikuti oleh 150-an pelajar di Purwakarta.
"Dalam sekolah ideologi ini selain membedah Pancasila, juga membedah Islam secara komprehensif dan membedah kebangsaan. Dengan begitu pemahaman seperti diberikan pada pelajar, maka radikalisme yang berbuntut terorisme bakal hilang dengan sendirinya," ujar Dedi. (men)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dialog-pancasila-purwakarta_20160119_171838.jpg)