Success Story

Sapaan Pendengar yang Berbuah Manis

Setelah lulus mengambil jurusan Biologi, memang ia sangat tertarik dengan dunia komunikasi meski keahliannya di bidang Biologi.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Lies Bahunta 

SIAPA sangka awal meniti karier sebagai penyiar radio swasta di Cianjur membuat nama Dr Lies Bahunta Msc F Trop kini mempunyai peran penting di Perum Perhutani. Ibu yang konsen di pengembangan wisata ini mengisahkan kariernya bermula saat seorang pendengar yang heran dengan gelar yang ia pegang setelah lulus dari Institut Pertanian Bogor.

Berangkat dari tantangan seorang pendengar yang memintanya untuk ikut seleksi di Perhutani ia pun lantas tergerak dan langsung meminta izin kepada keluarganya. Selama menjadi penyiar radio tersebut ia jarang sekali mengaplikasikan ilmu hasil kuliahnya. "Dua tahun saya menjadi penyiar radio di Cianjur, tiba-tiba ada seorang pendengar yang meminta ikut seleksi pegawai Perhutani," ujar Lies, mengawali ceritanya.

LIHAT JUGA: VIDEO: Warga Rekam Jatuhnya Pesawat TNI di Acara Gebyar Dirgantara di Lanud Adisutjipto

Lies mengatakan, setelah lulus mengambil jurusan Biologi, memang ia sangat tertarik dengan dunia komunikasi meski keahliannya di bidang Biologi. Menjadi penyiar radio merupakan pengalaman menarik baginya. Lulus seleksi menjadi pegawai Perhutani membuat Lies kembali menekuni dunia Biologi. Selama 10 tahun ia ditempatkan di dunia laboratorium di Jakarta dan sesekali praktik lapangan.

Masuk ke dunia laboratorium ternyata tak menyurutkan Lies untuk tetap menekuni bidang lainnya. Berbekal pengalaman menjadi penyiar radio selama dua tahun, membuat Lies sangat luwes berkomunikasi sehingga ia sering terpanggil menjadi pembawa acara. Job pembawa acara pun banyak datang kepada dirinya.

"Itu hal yang sangat menyenangkan, mempraktikan ilmu yang saya dapat dari kuliah, dan menjadi pembawa acara," katanya.

Tahun selanjutnya menjadi tahun penting bagi Lies. Seorang profesor dari Jerman datang ke Perhutani dan meminta beberapa pegawai untuk ikut seleksi dan berkuliah kembali mengambil S2 di kampus Gottingen Jerman. Kesempatan itu tak ia sia-siakan. Setelah lolos seleksi ia terbang ke Jerman dan berkuliah di sana. Meski harus berpisah selama tiga tahun dengan keluarga, tapi ia selesaikan kuliahnya tersebut dengan baik.

"Pulang dari sana saya sangat senang karena bekerja di bagian genetik enginering yang akan menciptakan sebuah gen pohon kayu jati unggulan untuk dipertahankan dan dikembangkan," katanya.

Tapi dalam pertemuan internasional yang berlangsung di Afrika Selatan, ia sempat dikritik oleh beberapa pihak dari beberapa negara. Banyaknya ilegal logging di Indonesia menjadi hal penting bagi dunia. Lies diminta untuk menahan diri mengembangkan genetik pohon kayu jati unggulan dan harus konsen terhadap permasalahan sosial yang ada di Indonesia.

LIHAT JUGA: VIDEO: Ungkap Ledakan di Bawah Mobil TV One, Puslabfor Mabes Polri Didatangkan

"Lalu saya kembangkan eco labelling, dimana fokus terhadap masalah produksi secara ekonomi, lingkungan dan sosial, maka saya mulai berbelok arah tidak mengurus genetika lagi tapi lebih fokus terhadap permasalahan sosial," katanya.

Saat fokus terhadap masalah sosial tersebut, Lies kemudian dipanggil oleh Direktur Utama Perhutani pada tahun 2006 untuk ikut menjadi administratur yang biasanya jabatan tersebut dipegang oleh pria. "Ada enam orang perempuan yang dipilih menjadi Administratur saat itu. Saya memulainya menjadi ADM di Kabupaten Cianjur," katanya.

Pindah dari Cianjur ia lantas memegang kawasan Bandung Utara, lalu Bandung Selatan. Dua lokasi yang memiliki banyak objek wisata ini menjadikan ia banyak membagi fokus saat itu. Lantas tahun 2009 ia dipercaya menjadi General Manager Wisata Perum Perhutani Jawa Barat. Kecintaannya terhadap wisata membuat peran yang ia emban juga bertambah. Setelah menjadi general manager, ia lalu menjabat sebagai kepala biro dan tahun 2013 sempat hijrah ke Jakarta. (fam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved