Prostitusi Artis

Pengacara Mucikari Minta Polisi Jadikan Nikita Mirzani dan PR Sebagai Tersangka

Kami tetap akan memperjuangkan supaya NM dan PR terlibat, paling tidak turut serta atau apa. Yang jelas sebagai tersangka

KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANG
Nikita Mirzani usai menghadiri acara di studio TransTV, Jakarta Selatan, Senin (14/12/2015). 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Penasihat hukum tersangka tindak pidana perdagangan orang melalui prostitusi, O dan F, meminta polisi menetapkan artis Nikita Mirzani dan PR sebagai tersangka.

"Dari awal, saya katakan mereka (Nikita dan PR) yang menentukan tarif. Mereka juga yang menentukan hotel. F dan O itu tidak ada. Ya, kami tidak terima," ujar kuasa hukum O dan F, Osner Jhonson Sianipar, di Bareskrim Polri, Selasa (15/12/2015).

Osner menyatakan, bukan kliennya yang secara aktif memfasilitasi prostitusi itu. Ia menyebut Nikita dan PR yang paling berperan aktif di dalamnya sehingga layak ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami tetap akan memperjuangkan supaya NM dan PR terlibat, paling tidak turut serta atau apa. Yang jelas sebagai tersangka," kata dia.

Osner menyebutkan, saat ini pihaknya akan fokus pada proses penyidikan polisi terlebih dahulu sebelum melakukan langkah-langkah protes.

Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggerebek aktivitas prostitusi di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2015) malam.

Artis Nikita Mirzani diamankan dalam penggerebekan itu. Polisi juga menangkap O, yang diduga sebagai mucikari, dan F, manajer Nikita.

O dan F ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap telah menjual Nikita. Adapun Nikita dianggap sebagai korban.

Dalam pengembangan selanjutnya, penyidik menetapkan seorang pria berinisial A sebagai tersangka. A yang masih buron diduga merupakan bos F dan O.

F dan O sendiri dikenakan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (Kompas.com)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved