Tenti Yuliawati

Mencoba Usaha Sendiri

KAWASAN Cigondewah dikenal sebagai surganya kain. Berbagai macam jenis kain tersedia dan harganya bersahabat.

Penulis: Taufik Ismail | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUN JABAR
Tenti Yuliawati 

KAWASAN Cigondewah dikenal sebagai surganya kain. Berbagai macam jenis kain tersedia dan harganya bersahabat.
Berbisnis kain di Cigondewah akhirnya dipilih oleh Tenti Yulianti (27) dan suaminya, Dadang Sopian (37). Dua bulan setelah menikah, tepatnya di bulan Juni 2008, mereka memutuskan untuk membuka toko kain seprai.

"Dulu suami saya kerja di toko kain. Semua bahan ada di toko itu, tapi suami saya lebih mengerti kain seprai," kata Tenti, kepada Tribun, Sabtu (12/12).

Dadang tahu berbagai macam kain bahan untuk seprai. Dari mulai bahan polyester, katun CVC, hingga katun jepang.

Tak ingin terus bekerja di orang lain, mereka kemudian memutuskan untuk membuka toko sendiri. "Awalnya kami buka dengan teman, tapi teman saya akhirnya memilih bisnis kaus kaki," ucap Tenti.

Meski ditinggal koleganya, Tenti dan Dadang tetap berjualan kain seprai. Mereka kemudian bekerja sama dengan kakak ipar, Sadim, untuk mengelola toko.

Sebagai langkah awal, mereka mengganti nama toko. Semula, nama toko yang dikelola Tenti dan temannya adalah Hade Hate. "Tokonya kemudian kami beri nama Arkan. Itu nama anak pertama saya. Sekarang usianya enam tahun," ujar Tenti.

Ketika Tenti dan Dadang pertama kali membuka toko di Cigondewah, belum banyak toko yang menjual bahan seprai. Saat itu ada toko tapi yang dijual bahan polyester.

Karenanya, ia kemudian memilih untuk menjual bahan katun CVC. Hasilnya positif. Banyak konsumen yang menggemari bahan katun CVC dan berbelanja ke Arkan Seprai.

Dari semula menyewa toko kecil, Tenti kini menyewa toko yang berukuran besar. Dalam seminggu, Arkan bisa menjual 1,5 ton hingga 2 ton kain seprai. Kain-kain tersebut dibawa dari pabrik-pabrik di kawasan Majalaya. Nama Arkan ternyata membawa keberuntungan bagi mereka.

Dari modal Rp 20 juta, kini modal yang digelontorkan mereka setiap minggu cukup berlimpah. Tenti dan suaminya beberapa kali meminjam dana ke bank. Terakhir mereka meminjam uang ke BRI.

Uang tersebut dipakai untuk menambah modal. "Dipakai juga untuk membeli bahan dari luar pabrik," ucapnya.

Meski sudah lama berbisnis seprai, tak banyak langkah promosi yang dilakukan mereka. Untuk mengenalkan motif-motif yang ada dan yang sedang tren, Tenti lebih banyak menggunakan fasilitas blackberry messenger (BBM). "Promosi banyaknya lewat BBM group," kata Tenti. (tis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved