Kabar dari Purwakarta
Tragis! ABG Asal Desa Sukamaju Ini Main ke Rumah Teman, Celana Dalam Hilang dan Kemaluannya Sakit
IA pulang dalam kondisi diduga...
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID --- Perempuan Anak Baru Gede (ABG) ini baru kelas 1 SMK, sebut saja namanya Melati (15).
Sejak dua hari lalu Rabu (9/12/2015), kedua orang tuanya kalang kabut mencari keberadaannya. Ia tidak pulang, entah tahu kemana.
Namun harap cemas kedua orang tuanya berakhir saat Jumat (11/12/2015), ia pulang ke rumahnya di Desa Sukamaju Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta.
Namun dalam keadaan tidak sadar dan mengenaskan. Ia pulang dalam kondisi diduga telah diperkosa.
Tangis kedua orang tuanya pun pecah. 15 tahun membesarkan anak perempuannya, sebelum menikah putri mereka telah digagahi secara tragis.
Saat siuman, Melati kebingungan karena sudah berada di rumah dalam keadaan tidak memakai celana dalam dan merasakan sakit di kemaluannya.
Ia keluhkan itu di hadapan kedua orang tuanya.
"Terakhir saya ingat, waktu itu hari Rabu, 9 Desember. Saya main sama teman saya di Desa Bendul Kecamatan Sukatani. Malamnya, main ke rumah teman saya yang lain. Disitu saya dikasih minuman keras dan obat hexymer," ujar Melati kepada orangtuanya, Jumat (11/12/2015).
Tidak tanggung-tanggung, setelah dipaksa menghabiskan minuman keras, ia juga dipaksa meminum obat itu dalam jumlah yang banyak.
"Seingat saya, obatnya itu 9 butir, katanya obat itu namanya hexymer. Udah diminum, saya pusing, terus enggak sadar," ujar Melati.
Setelah beberapa jam kemudian, Melati tersadar. Namun ia terkejut saat sadar, dia berada di Desa Gandamekar Kecamatan Plered.
"Celana dalam saya hilang, sakit dibagian itu (kemaluan,RED). Waktu itu, saya dianter pulang sama pak RW," ujar Melati dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca.
Pihak keluarga tak terima dengan perlakuan yang dialami anaknya.
Sahdi pun melaporkan peristiwa yang dialami anaknya ke Polres Purwakarta.
Kini, kasusnya ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Purwakarta.
"Kami harap siapapun pelakunya ditindak tegas dan dihukum seadil-adilnya," ujar Sahdi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/celana-dalam-pink_20151211_190607.jpg)