Succes Story

Utari Hayuning Widhy Terjun di Empat Usaha yang Berbeda

Dari percakapan di balik telepon sudah tergambar wanita kelahiran November 1982 ini memiliki jadwal kesibukan yang padat tiap hari.

Utari Hayuning Widhy Terjun di Empat Usaha yang Berbeda
TRIBUN JABAR/FERRI AMIRIL M
Utari Hayuning Widhy 

"BESOK ya, Pak, hari ini saya full meeting," ujar Utari Hayuning Widhy ketika Tribun mencoba mengonfirmasi jadwal untuk wawancara.

Dari percakapan di balik telepon sudah tergambar wanita kelahiran November 1982 ini memiliki jadwal kesibukan yang padat tiap hari.

Di usianya yang masih muda ini, ia terjun di empat bidang usaha yang berbeda dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dan maksimal dalam setiap pencapaiannya. Satu usaha baru yang cukup menyita perhatiannya adalah membuka usaha laundry sepatu di Jalan Wira Angun-angun, Bandung.

Hobi mengoleksi sepatu sejak kecil menjadi satu alasan kenapa ia sangat antusias membuka usaha yang memiliki persaingan cukup ketat di Bandung ini. Kualitas hasil laundry yang dihasilkan menjadi promo utama yang selalu ia katakan kepada pelanggan barunya.

"Kualitas, obat paling mahal, dua hal yang selalu saya kedepankan dalam mengerjakan setiap orderan dari pelanggan," katanya.

Metode endorse juga ia lakukan dalam mempromosikan usahanya. Namun metode yang ia lakukan tidak melulu menggunakan selebritas, tapi menggunakan mereka yang memiliki follower di media sosial yang cukup banyak.

Butuh waktu sekitar enam bulan untuk memperkenalkan usahanya yang diberinama Crispy Clean ini dikenal para pelanggannya. Ia mengatakan peningkatan omzet mulai terlihat dari beberapa metode yang ia terapkan pada usahanya. "Kini aku mulai mencoba kembangkan tidak hanya pada sepatu saja, tapi mencoba ke topi dan tas," katanya.

Menurutnya, dua hal baru ini memiliki kesamaan dengan perlakuan terhadap sepatu. Ada tas dan topi yang mahal tapi kebanyakan masih bingung jika ingin dibersihkan. Crispy Clean, kata Utari, menjadi solusi bagi permasalahn tersebut.

"Kami juga sedang coba repaint untuk benda-benda tersebut agar terlihat seperti baru lagi," katanya.

Segala percobaan yang kini mulai ia terapkan tak lepas dari didikan keras dan disiplin kedua orang tuanya. Meski harus fokus ke tigas jenis usaha lainnya, ia berusaha untuk tetap menyelesaikan persoalan dengan baik. Belakangan diketahui bahwa usaha lainnya yang saat ini ia kembangkan adalah menjual online tas di Australia bersama dengan seorang partner di sana.

Di bailk semua kesibukannya ia selalu mengingat pesan untuk tidak pernah berhenti belajar. "Gagal atau sukses hal biasa, hasil bukan yang terpenting, tapi proses yang harus kita jalani itu yang penting," katanya. (fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved