Cerpen Absurditas Malka

Sekian Puluh Tahun Kebakaran Hutan dan Lahan

Di dalam gedung itu, di salah satu ruangannya—ruangan berisi Sang Jenderal dan Sang Ajudan yang beloon—riuh oleh percakapan mengenai bakar-bakaran.

Editor: Hermawan Aksan
Ilustrasi cerpen Sekian Puluh Tahun Kebakaran Hutan dan Lahan 

**

RIAU. Tempat kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Tatap mata ditumpulkan asap, jarak pandang hanya beberapa depa. Pak Presiden loncat sana loncat sini, blusukan. Tubuh ringkihnya berkelit, berjingkit, berkelebat di celah asap. Dicarinya entah apa, mungkin sebab-sebab, mungkin akibat-akibat. Mungkin sesuatu yang lain.

"Pak Presiden, pulanglah. Kami sudah menjadi arang," Arang semak, pohon, dan rumput berbisik lirih, seakan telah menanggung kesedihan berabad lamanya. "Kembalilah ke Jakarta dan kau akan menemukan segalanya di sana."

Pak Presiden sibuk saja kian kemari, melihat, menilai, mengevaluasi. Jajaran aparat tertunduk, manggut-manggut, kelabakan. Belasan meter dari mereka, api menari-menari di sisa daun kering, angin tak lelahnya memboyong asap ke tempat terjauh.

**

"GAWAT Pak, Presiden blusukan ke TKP." Sang Ajudan yang beloon gelagapan setelah ia melihat tayangan berita blusukan Pak Presiden.

"Ha-ha-ha. Kamu tahu aku ini siapa? Biarkan saja dia tamasya. Paham?"

"Tapi Pak, bagaimana bila semua ini terbongkar?"

"Tak tembak kepalamu! Mana bisa, paham?" Sang Jenderal melotot.

"Kenapa nggak bisa, Pak?"

"Mustahil, kita dan sahabat kita di perusahaan-perusahaan raksasa itu dilindungi undang-undang. Paham?"

"Gagal paham saya Pak."

"Katrok tenan! Singkat cerita undang-undang kita sengaja tidak dirancang untuk menyelamatkan lingkungan hidup secara preventif! Pelaku pembakaran hutan yang dari perusahaan raksasa akan selalu selamat dari jeratan hukum, temasuk kita-kita ini orang penting di belakang perusahaan raksasa itu. Kalaupun dijerat hukuman pidana atau perdata, itu nanti kambing hitam yang mereka bui. Paham?"

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved