Operasi Pekat Lodaya 2015
Duh! Resahkan Sopir Angkot, Preman Ini Akhirnya Dicokok Polisi
Preman-preman itu terjaring Operasi Pekat Lodaya 2015 yang dilakukan di sekitar jalan Gunung Manullang, Desa Jayamekar, dan Desa Padalarang, Kecamatan
Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sopir angkot di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bisa sedikit bernafas lega.
Pasalnya delapan pelaku premanisme yang kerap membuat resah ditangkap polisi, Kamis (3/12) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kapolsek Padalarang, Kompol Suherman, kedepalan itu terjaring Operasi Pekat Lodaya 2015 yang dilakukan di sekitar jalan Gunung Manullang, Desa Jayamekar, dan Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang.
Adapun operasi dilakukan jajaran Polsek Padalarang yang melibatkan 10 anggota dari berbagai fungsi.
"Kami mengamankan 8 orang dan langsung membawa ke kantor," ujar Suherman melalui pesan singkatnya, Kamis (3/12).
Suherman mengatakan, delapan preman ini kerap membuat resah sopir angkot lantaran memaksa mereka untuk membeli minuman. Para preman ini menjual minumannya dengan harga yang cukup mahal sehingga memberatkan para sipir.
"Dan penjualan minuman tersebut tidak jelas bertujuan untuk apa. Sopir angkot terpaksa membeli karena demi keamanan," kata Suherman.
Kedelapan preman itu masing-masing berinisial RW (32), WS (32), AM (30), RS (42), AP (22), ES (24), I (22), dan AH (20). Masing-masing pelaku menjual berbagai jenis minuman. Ada yang minuman ringan, minuman berenergi, dan air mineral.
"Seperti WS menjual air mineral dan kuku bima dengan harga Rp 5 ribu. Selain itu, RS juga menjual minuman air mineral jenis Axo dengan harga Rp 3 ribu," ujar Suherman. Adapun kedelapan preman itu diberikan pembinaan dan diminta membuat pernyataan untuk tidak melakukan hal serupa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/preman-diamankan-polisi_20151203_222133.jpg)