Unjuk Rasa Buruh
Waduh, Buruh yang Berdemo di Depan Rumdin Gubernur Harus Berhadapan dengan Kawat Berduri
Kawat berduri itu berfungsi menghalau para buruh yang sedang berunjukrasa
Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ada pemandangan menyeramkan di depan gerbang rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Jalan Kebon Jukut, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jumat (20/11/2015). Kawat berduri tajam menghampar di depan gerbang dan pagar rumah yang menjadi kediaman Ahmad Heryawan itu.
Kawat berduri itu berfungsi menghalau para buruh yang sedang berunjukrasa di rumah dinas gubernur tersebut. Sementara para buruh yang berunjukrasa langsung berhadapan dengan kawat berduri tersebut. Adapun aparat kepolisian berjaga di dalam halaman rumah dinas.
Ribuan buruh berunjuk rasa di rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Gedung Pakuan, Jalan Kebon Jukut, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jumat (20/11). Buruh-buruh yang tergabung dalam sejumlah serikat pekerja itu memenuhi ruas jalan yang mengarah ke Jalan Cicendo dan Jalan Otista sejak siang tadi.
Koordinator Aliansi Buruh Jawa Barat (ABJ), Roy Jinto, mengatakan, aksi hari ini merupakan lanjutan aksi sebelumnya yang menolak penetapan upah minimum menggunakan PP No 78 tahun 2015. Pasalnya Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat akan memutuskan upah minimum untuk 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.
"Kami kecewa kenapa Gubernur Jawa Barat sampai kekeh dan memasang badan untuk menggunakan PP No 78 tahun 2015 untuk memutuskan upah minimum," ujar Roy kepada Tribun di lokasi unjuk rasa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/buruh-demo-di-gedung-pakuan_20151120_145858.jpg)