Kesehatan

Saat Pancaroba Seperti Ini, Risiko Seseorang Terserang Penyakit Meningkat

PERALIHAN dari musim panas ke musim hujan atau pancaroba seperti saat ini dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit.

Saat Pancaroba Seperti Ini, Risiko Seseorang Terserang Penyakit Meningkat
shutterstock
Illustrasi. 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Peralihan dari musim panas ke musim hujan atau pancaroba seperti saat ini dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit.

Cuaca terkadang panas, lalu tiba-tiba turun hujan.

Ketika terjadi perubahan iklim, suhu tubuh akan berfluktuasi sehingga bisa mengganggu sistem organ dalam tubuh berfungsi dengan baik.

Dampaknya, kekebalan tubuh pun menurun dan memudahkan seseorang terinfeksi penyakit. Umumnya, adalah batuk dan pilek.

Penyakit ini memang tidak perlu perawatan di rumah sakit. Namun, cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Yang terpenting adalah meningkatkan kekebalan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Berikut fakta tentang mengapa muncul penyakit saat pancaroba.

Kurang vitamin D
Saat musim hujan, sepanjang hari bisa saja mendung atau dari pagi hingga sore.

Akibatnya, tubuh kurang terpapar sinar matahari yang dapat meningkatkan vitamin D dalam tubuh. Salah satu dampak kekurangan vitamin D adalah menurunnya kekebalan tubuh sehingga seseorang rentan jatuh sakit.

Udara dingin
Saat musim hujan, udara cenderung menjadi dingin. Udara dingin akan mengeringkan rongga hidung dan bisa berujung pada iritasi di paru-paru dan tenggorokan yang menyebabkan infeksi dan batuk. Hindari menghirup udara dingin melalui mulut.

Angin terasa panas
Saat pancaroba, terkadang angin terasa panas. Kerika angin panas muncul, tubuh akan mulai berkeringat. Keringat pada tubuh itu justru bisa menarik partikel debu yang bisa menyebabkan alergi pada sistem pernapasan dan infeksi di tenggorokan. Kondisi inilah yang menyebabkan batuk kering.

Minum air hangat dan dingin
Saat pancaroba, hujan bisa tiba-tiba turun dan orang akan konsumsi air hangat untuk mempertahankan suhu tubuh tidak kedinginan. Sebaliknya, ketika tiba-tiba cuaca panas, kebanyakan orang akan memilih minum air dingin. Hal ini bisa meningkatkan risiko terkena batuk dan pilek

Virus dan kuman berkembang biak
Saat peralihan ke musim hujan, virus dan kuman akan lebih mudah berkembang biak. Salah satunya karena mulai berkurang paparan sinar terik matahari yang membunuh kuman. Tak heran jika akhirnya muncul flu, pilek, dan hidung tersumbat disertai demam.

Pneumonia
Tak hanya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), peralihan ke musim hujan juga bisa meningkatkan risiko penyakit pneumonia. Terutama mereka yang memang telah memiliki penyakit paru-paru.Hal ini karena hujan sering kali datang tanpa terduga, menyebabkan suhu tubuh harus cepat beradaptasi. (Dian Maharani)

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved