Kesehatan

Ini Penjelasannya Mengapa Banyak Minum Obat Flu Bikin Mimpi Buruk

obat pereda flu dan pilek bukanlah satu-satunya obat yang menyebabkan Anda terbangun dengan keringat dingin.

Ini Penjelasannya Mengapa Banyak Minum Obat Flu Bikin Mimpi Buruk
shutterstock
Illustrasi 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Pernahkah Anda mengalami mimpi buruk setelah mengonsumsi obat? Ya, menurut Alexandra Sowa, M.D, seorang instruktur klinis di Weil Cornell Medical College, NYC banyak obat pilek dan flu yang dijual bebas mengandung antihistamin. Obat tersebut selain meredakan pilek, juga menyebabkan mimpi yang tampak nyata, bahkan mimpi buruk.

"Meskipun prosesnya masih belum diketahui, ini terjadi di tahap tidur REM (Rapid Eye Movement). Kebanyakan mimpi terjadi pada tahap ini dan bisa mengalami mimpi buruk"

Namun, obat pereda flu dan pilek bukanlah satu-satunya obat yang menyebabkan Anda terbangun dengan keringat dingin. Obat yang memiliki efek serupa antara lain obat alergi, obat insomnia dan obat penyakit Parkinson karena mengandung antihistamin dan diphennhydramine.

Meski begitu, banyak obat-obatan yang tidak mengandung antihistamin tetapi berpotensi mempunyai efek yang lebih besar. "Ada banyak obat yang memengaruhi tidur. Saya anggap itu sebagai efek samping dari antidepresan dan pengobatan untuk berhenti merokok, namun mimpi buruk sering dikaitkan dengan obat-obatan untuk tekanan darah"

Seringkali, mereka menggunakan obat tidur yang mengandung ambien dan melatonin, namun itu hanya bersifat sementara mempengaruhi respetor di otak dan mengubah tingkat neurotransmitter seperti dopamin, kata Stuart J, Finkelstein MD, seorang Ahli Kecanduan Obat. "Tidak semua orang mengalaminya. Itu tergantung dosis dan pengobatan lain yang dijalani," katanya.

Jika Anda tak mengalaminya, berarti Anda beruntung. Namun, jika Anda merasa terganggu dengan efek samping obat tersebut, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk menghindari risiko yang lebih besar.

"Jika obat tersebut meredakan pilek, tapi menyebabkan mimpi buruk dan mengganggu tidur Anda, tanyakan pada diri Anda apakah ini layak. Jika tidak, Anda bisa berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan penanganan alternatif yang terbaik" tutup Sowa. (Muthia Zulfa/Kompas.com)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved