Kebakaran
AWAS . . . ! ! ! Kebakaran Hantui Tempat Hiburan di Kota Bandung
Menurut Muntasyir, semua tempat hiburan di Kota Bandung rawan terjadi kebakaran dan berpotensi memakan korban jiwa
Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Puluhan tempat hiburan telah disisir Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung selama dua bulan terakhir.
Tim Bidang Pencegahan DPPK Kota Bandung melakukan pemeriksaan jalur evakuasi dan kelengkapan alat pencegahan kebakaran.
Informasi yang dihimpun Tribun, terakhir tim melakukan pengecekan tempat karaoke milik artis dangdut ternama di Jalan Pasir Kaliki, Jumat 6 November 2015. Selain itu tim juga mendatangi tempat spa di Jalan Soekarno-Hatta Sabtu 7 November 2015.
Kabid Pencegahan Kebakaran Muntasyir Umar, mengatakan, pengecekan tersebut merupakan tugas rutin bidangnya. Pengecekan itu untuk memastikan semua tempat hiburan di Kota Bandung aman dari potensi kebakaran.
"Sudah menjadi tanggungjawab kami dan sudah diatur peraturan perundang-undangan bahwa semua bangunan harus aman dari kebakaran," ujar Muntasyir kepada Tribun di kantornya, Minggu (8/11).
Diakui Muntasyir, jumlah tempat hiburan di Kota Bandung memang cukup banyak dan tersebar di sejumlah wilayah. Sementara risiko terjadinya kebakaran di tempat hiburan dinilai cukup tinggi. Dikhawatirkan hal serupa di Manado terjadi di Kota Bandung.
"Sebetulnya bukan kami berkaca dari perisitwa itu karena pengecekan ini sudah kami lakukan sebelum kejadian di Manado itu. Tempat hiburan itu rawan terjadi kebakaran karena pengunjung banyak, tempat sempit, dan penggunaan listriknya tinggi," ujar Muntasyir.
Menurut Muntasyir, semua tempat hiburan di Kota Bandung rawan terjadi kebakaran dan berpotensi memakan korban jiwa setelah dilakukan pengecekan. Ia menyebut, masih banyak pengelola dan pemilik tempat hiburan di Kota Bandung memiliki kesadaran mengenai potensi kebakaran.
"Sistem ketahanan bangunan dari kebakaran itu wajib dan ini amanat undang-undang. Tapi kami tidak terlalu mengedapankan itu, melainkan menjalankan amanah kemanusian karena kalau terbakar yang rugi pemiliknya dan yang jadi korban itu orang disekitarnya," ujar Muntasyir. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/damkar-bandung-cek-antisipasi-kebakaran-tempat-hiburan_20151108_175034.jpg)