Ekonomi

Hingga Saat Ini, BI Mencatat Ada 19 Kasus dan Temukan 4275 Lembar Uang Palsu

BANK Indonesia (BI) mencatat sampai saat ini jumlah kasus pemalsuan uang

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Kompas.com/Robertus Belarminus
Bank Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun jabar, Siti Fatimah

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Bank Indonesia (BI) mencatat sampai saat ini jumlah kasus pemalsuan uang sudah mencapai 19 kasus.

Dari jumlah tersebut, ditemukan 4.275 lembar uang yang dipalsukan.

Menyikapi hal tersebut, perlu penegakan hukum lebih serius mengingat kasus pemalsuan selalu ada dan jumlahnya cukup banyak

"Pemalsu uang rupiah telah mencederai salah satu simbol negara karena itu persoalan pemalsuam uang harus menjadi perhatian serius terutama dari pihak-pihak terkait," kata saksi ahli uang rupiah Bank Indonesia Jawa Barat Arman Johansyah dalam sidang pertama kasus pemalsuan uang di Pengadilan Negeri Kelas I Bandung, Selasa (3/11/2015).

Menurutnya, kasus pemalsuan uang ditemukan terjadi di Bandung Raya, Sumedang, Garut, Sukabumi, Purwakarta, dan Subang.

Temuan kasus pemalsuan uang disatu sisi menunjukkan bahwa masyarakat semakin melek terhadap peredaran uang palsu dengan mengenali ciri-ciri antara uang asli dan palsu.

Ada lima ciri utama yang membedakan uang asli dengan uang palsu yakni dilihat, diraba, diterawang, bisa juga dengan menggunakan ultra violet, dan lensa pembesar.

Selain itu, secara fisik terlihat logo BI di bagian kanan bawah. Pecahan uang asli akan berubah dari warna keemasan menjadi hijau jika dilihat dari sudut pandang tertentu.

Di beberapa bagian terdapat kode tunanetra yang menunjukkan jenis pecahan tertentu.

Jika diterawang, terdapat watermark gambar pahlawan nasional di bagian kanan.

Selain itu, terdapat tulisan mikro Bank Indonesia di beberapa bagian. Serta rectoverso logo BI yang akan terlihat secara utuh apabila diterawangkan ke arah cahaya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved