Breaking News:

Keluarga

Ucapan "Terimakasih" Benteng Perlindungan Pasangan dari Kemungkinan Cerai

Sikap syukur, atau mengatakan "terima kasih," dapat menangkal dampak konflik

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
medicaldaily.com
Ilustrasi -- Rasa syukur dan pengharagaan kepada pasangan menangkal efek buruk dari konlik di keluarga. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Pasangan yang memutuskan menikah dan menjalani kehidupan pernikahannya kerap bertanya, "apa rahasia untuk kebahagiaan perkawinan?"

Menurut sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Hubungan Pribadi (Personal Relationships), menyebutkan, sikap syukur, atau mengatakan "terima kasih," dapat menangkal dampak konflik dan pertemuan negatif dalam pernikahan.

"Kami menemukan perasaan itu, dihargai dan percaya bahwa pasangan Anda menghargai Anda, secara langsung mempengaruhi bagaimana perasaan Anda tentang pernikahan Anda, seberapa besar komitmen Anda untuk itu, dan keyakinan Anda bahwa itu akan berlangsung," kata Ted Futris, penulis studi dan profesor di kampus Ilmu Keluarga dan Konsumen, dalam rilis berita yang dikutip dari medicaldaily.com.

Dalam studi tersebut, Futris dan rekan-rekannya yang mensurveisekitar 500 individu yang menikah untuk menjawab pertanyaan soal kepuasan hubungan melalui survei telepon. Beberapa pertanyaan terkait adalah pertanyaan tentang keuangan, kesejahteraan mereka, komunikasi permintaan, dan ekspresi sikap suami-istri. Syukur diukur dengan seberapa dihargai dan dihargai individu dirasakan oleh pasangan mereka. Setelah para peneliti menganalisis data, mereka menemukan prediktor terbesar kualitas perkawinan adalah apakah pasangan merasa dihargai dan diakui oleh mereka yang lain secara signifikan.

Tingkat yang lebih tinggi dari syukur dalam pernikahan tampaknya memiliki efek perlindungan pada laki-laki dan perempuan kemungkinan cerai. Mengucapkan terima kasih juga memperkuat komitmen perkawinan perempuan sementara melindungi mereka terhadap efek negatif dari komunikasi yang buruk selama konflik. Indikator terbesar ketidakbahagiaan perkawinan, menurut penelitian, adalah kesulitan keuangan.

Penelitian ini adalah yang pertama untuk mendokumentasikan efek perasaan pelindung dihargai oleh pasangan Anda dapat memiliki pernikahan. Pasangan cenderung untuk terlibat dalam cara yang negatif, dan bahkan menjadi lebih penting satu sama lain, yang dapat menurunkan kualitas pernikahan. Namun, mengungkapkan rasa terima kasih dalam hubungan bertindak sebagai inhibitor siklus ini dan membantu pasangan mengatasi pola komunikasi negatif. (dia)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved