BNPB: Hujan Mulai Turun, Tetap Waspadai Asap dan Kebakaran Hutan

Jarak pandang pukul 17.00 WIB kemarin, di Padang 4.000 meter dengan cuaca berasap; Pekanbaru 10.000 meter cerah-berawan; Jambi 4.000 meter dengan cuac

BNPB: Hujan Mulai Turun, Tetap Waspadai Asap dan Kebakaran Hutan
Indra Akuntono
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho Powered by Telkomsel BlackBerry® 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Hujan yang mengguyur Sumatra dan Kalimantan mengurangi titik api pada lahan hutan yang terbakar di wilayah dua pulau tersebut. Kualitas udara juga dilaporkan lebih baik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jarak pandang di Pekanbaru pada Minggu (1/11/2015) kemarin mencapai 10.000 meter atau 10 kilometer. Sementara, cuaca dilaporkan cerah berawan sepanjang hari.

"Suatu hal yang cukup langka sebelumnya. Begitu juga daerah lain yang sebelumnya terkepung asap akibat karhutla (kebakaran hutan dan lahan)," ujar Sutopo saat dihubungi, Senin (2/11/2015).

Sutopo memaparkan, berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua, kondisi hotspot per hari Minggu kemarin pukul 17.00 WIB, di Sumatera terdeteksi 3 titik, sedangkan di Kalimantan 155 titik yaitu di Kalimantan Selatan 27 titik, Kalimantan Tengah 35 titik, Kalimantan Timur 92 titik, dan Kalimantan Utara 1 titik.

Adapun, satelit tidak melintasi keseluruhan Sumatera sehingga tidak terdeteksi. Pada pagi hari kemarin, di Sumatera terdapat 199 titik, terbanyak di Sumatera Selatan 115 titik.

Jarak pandang pukul 17.00 WIB kemarin, di Padang 4.000 meter dengan cuaca berasap; Pekanbaru 10.000 meter cerah-berawan; Jambi 4.000 meter dengan cuaca berawan; Palembang 1.500 meter, berasap; Pontianak 10.000 meter, berawan; Ketapang 10.000 meter, berawan; Palangkaraya 4.000 meter, guntur-hujan, dan Banjarmasin 7.000 meter, berawan.

Sementara, indeks kualitas udara (PM10) di Pekanbaru dan Jambi 62 pada level sedang; Palembang pada level tidak sehat; Pontianak, Banjarbaru, Samarinda pada level baik, dan Palangkaraya pada level tidak sehat.

Namun, Sutopo mengimbau agar semua pihak tetap waspada karena potensi kebakaran hutan dan lahan masih tinggi. Menurut Sutopo, El Nino masih kuat dan akan memberikan dampak berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan khatulistiwa.

Ia menambahkan, BMKG memperkirakan musim hujan baru mulai pada awal Desember sehingga masyarakat harus tetap waspada.

"Kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Jangan lengah, jangan sampai marak lagi pembakaran. Di beberapa tempat api belum padam total," kata Sutopo.

Saat ini, pemerintah masih terus mengintensifkan penanganan karhutla melalui operasi udara, darat, penegakan hukum, pelayanan kesehatan masyarakat dan sosialisasi. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved