Penambangan

Biarkan Galian C Beroperasi, Bupati Hentikan Gaji 2 Kepala Desa

"Sodorkan siapa oknum siapapun yang meraup untung dari galian C ilegal,"

Biarkan Galian C Beroperasi, Bupati Hentikan Gaji 2 Kepala Desa
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Illustrasi. Puluhan truk pengangkut pasir. (FOTO: TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku sudah menghentikan gaji aparat desa di dua desa tersebut berikut hingga level RT di lokasi galian tambang tak berizin tersebut.

"Saya hentikan honor aparat desa hingga RT di dua desa tersebut hingga dua bulan. Saya menganggap mereka salah karena membiarkan galian tambang jenis batu tak berizin dan kondisinya sudah rawan longsor," kata Dedi melalui ponselnya.

Tidak hanya itu, ia mengancam semua aparat desa di seluruh Purwakarta dengan tidak akan mencairkan honornya jika kedapatan membiarkan izin galian tambang di wilayahnya.

"Sikap kami, Pemkab Purwakarta tegas soal galian tambang. Tutup paksa jika tidak berizin dan membahayakan," ujarnya.

Galian jenis C menurutnya tidak membawa faedah bagi warganya. Itu kenapa, ia ingin mengubah kawasan Kecamatan Sukatani dari semula kawasan galian C menjadi kawasan industri.

"Coba sebutkan, daerah mana yang warganya sejahtera dengan galian C, justru tidak ada, justru menurut saya lebih baik warga saya bekerja di pabrik daripada di galian C. Malah, galian C ini menambah kemiskinan baru di daerah tersebut. Belum lagi, kerusakkan lingkungan yang dampaknya berkepanjangan," ujar dia.

Disinggung mengenai adanya oknum bermain dalam perizinan galian C, ia balik menantang.

"Sodorkan siapa oknum siapapun yang meraup untung dari galian C ilegal," ujarnya.

Di samping itu, ia menilai saat ini galian C dibawah kewenangan Pemprov Jabar. "Nah, Pemprov Jabar juga jangan hanya sebagai pemberi izin, tapi juga sebagai pencabut izin galian C ilegal," ujarnya.

Seperti diketahui, Satpol PP Purwakarta menutu dua lokasi galian batu di Purwakarta karena tak berizin dan kondisinya sudah rawan bencana di Kecamatan Sukatani. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved