Minggu, 12 April 2026

Dampak Kemarau

Kemarau, Petani Sukamanah Memanen Padi yang Belum Cukup Umur

Air irigasinya mah sudah ga mengalir sampai sini.

Penulis: Ragil Wisnu Saputra | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Ono (61) bersama istrinya tengah merontokan padi (ngagebug pare) secara manual setelah memanen tanaman padi akibat lahan yang tidak produktif di Desa Sukamanah, Kamis (22/10). 

RANCAEKEK, TRIBUNJABAR.CO.ID - Akibat kemarau panjang ditambah kurangnya pasokan air irigasi, sejumlah petani di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabuoaten Bandung, terpaksa memanen tanaman padi yang belum cukup umur.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun, sekitar lebih dari 500 hektare sawah yang ada di Desa Sukamanah terancam gagal panen akibat lahan yang kian mengering.

Ono (61) salah seornag petani asal Dusun Sapan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek mengatakan, pihaknya terpaksa memanen padi lebih dini akibat lahan garapannya seluas 200 tombak sudah lima bulan tidak mendapatkan pengairan.

"Air irigasinya mah sudah ga mengalir sampai sini. Terpaksai saya panen saja. Dari pada malah dimakan tikus nantinga," kata Ono kepada Tribun saat ditemui ditanah garapannya di Desa Sukamanah, Kamis (22/10). (cr5)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved