Sabtu, 9 Mei 2026

Persib Bandung

Bobotoh Asal Bekasi Dinyatakan Hilang Usai Laga Persib di GBK

Agus terakhir kali dilihat rekan-rekannya saat mengantre masuk ke dalam stadion

Tayang:
Penulis: Yudha Maulana | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR / ICHSAN
ILUSTRASI: MEMERIKSA BOBOTOH -- Petugas kepolisian memeriksa bobotoh yang akan masuk ke Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/10/2015) sore. 

Laporan Yudha Maulana

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Euforia atas berhasilnya Persib menjuarai Piala Presiden 2015, ternyata masih menyisakan kabar yang membuat bobotoh resah. Pasalnya salah seoran bobotoh yang tergabung dalam Viking Bekasi, Agus Purnomo (20), dinyatakan hilang oleh rekan-rekannya seusai partai final antara Persib kontra Sriwijaya FC di SUGBK, Minggu (18/10).

Ketua Viking Bekasi, Budi Hermawan mengaku telah melaporkan soal anggotanya yang hilang ke Polda Metro Jaya, namun hingga Selasa (20/10) malam, Budi belum menemukan titik terang.

"Setelah dilacak nomor itu ada di wilayah Jati Asih, Bekasi," kata Budi kepada wartawan melalui saluran telepon, Selasa (20/10) malam di Stadion Sidolig, Kota Bandung.

Menurut penuturan Budi, Agus terakhir kali dilihat rekan-rekannya saat mengantre masuk ke dalam stadion, saat itu Agus mengaku lapar dan hendak mencari jajanan di sekitar stadion.

Sementara itu saat laga memasuki babak pertama, Agus tak tampak di dalam stadion."Kita kontak dia tapi yang angkat teleponnya perempuan," ujar Budi.

Sontak, Budi dan rekan-rekannya menghubungi keluarga Agus, namun hasilnya masih nihil. "Agus ini tinggal di rumah saudaranya, karena orang tuanya pisah. Sudah dicek ke Bapaknya tapi gak ada, dan kecil kemungkinan ke Solo ke rumah Ibunya. Saudaranya pun bilang dia gak bawa uang banyak, cuma buat jajan doang," ujarnya.

Saat ini, Budi hanya bisa menunggu tindakan lanjut dari kepolisian, pasalnya ia enggan terpengaruh isu-isu yang masih simpang siur di jejaring sosial.

"Ada kabar HP-nya ditemukan di GBK sama pedagang. Kita mau ambil HP itu tapi pengennya diback up sama Polisi, katanya harusnya melalui birokasi. Kita juga takutnya pancingan dari oknum," kata. Budi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved