Hendak Lumpuhkan Sapi yang Kabur, Dudung Malah Kena Tembakan

Itu karena kecelakaan, anggota kami yang ditugaskan untuk melumpuhkan sapi yang kabur malah diserang sapi.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Kisdiantoro

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Seorang warga Kampung Nenggeng, Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Dudung Saefudin (53), terkena serpihan peluru dari senjata laras panjang milik anggota Polsek Darangdan, Minggu (18/10).

Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko melalui Wakapolres Kompol Indra Gunawan membenarkan ihwal kejadian tersebut.

"Itu karena kecelakaan, anggota kami yang ditugaskan untuk melumpuhkan sapi yang kabur malah diserang sapi. Tembakan tak sengaja mengenai korban saat anggota kami diseruduk," ujar Kapolres.

Kini, Dudung dirawat di ruang VIP RSUD Bayu Asih setelah menjalani operasi. Kronologis kejadian saat itu, Dudung yang bekerja di peternakan penggemukan sapi ditugaskan mengamankan sapi yang kabur saat hendak ditimbang. Saat kejadian, perusahaan tempat kerjanya tengah bersiap panen penggemukkan sapi.

"Sapinya kabur ke arah hutan. Dikejar juga susah. Akhirnya saya kontak anggota Polsek Darangdan karena untuk mengamankan sapi kabur itu satu-satunya jalan harus dilumpuhkan," ujar Dudung ditemui di RSUD Bayu Asih, Senin (19/10). Sehari-hari, Dudung bekerja sebagai security perusahaan itu.

Akhirnya, bergeraklah mereka memburu sapi seberat lima kwintal itu. Dudung menjelaskan, polisi langsung menembak sapi itu dengan pistol sebanyak dua kali.

"Tapi sapinya masih kuat, masih bisa berlari dengan kondisi paha dan kaki berdarah, malah larinya kuat," ujar Dudung, saat kejadian hari Sabtu (17/10).

Karena sudah mendekati petang dan sapi sudah kabur, pencarian dilakukan keesokan harinya. Ia mendapat kabar sapi itu berada tidak jauh dari kampung.

"Saya sama petugas polsek, kali ini bawa senapan laras panjang," ujar Dudung.

Akhirnya, sapi impor jenis BX itu kedapatan tengah duduk di bawah pohon. Kemudian, lanjut dia, polisi dan petugas keamanan bersiaga dengan jarak kurang lebih 5 meter.

"Itu sapi ditembak lagi dua kali pakai senapan laras panjang, saya ingat betul soalnya di depan saya. Bahkan saya sempat ingatkan penembak supaya hati-hati," ujar Dudung.

"Dor! Dor!" sapi mengenai perut dan bagian punggung. Namun, bukannya lumpuh, sapi yang ditembak dari jarak kurang lebih 5 meter itu malah semakin beringas.

"Setelah ditembak, sapinya malah langsung menyerang kami. Saya sendiri posisinya ketiga dari belakang penembak. Saya sendiri lihat dengan jelas sapinya menyeruduk penembak," ujar Dudung.

Saat kejadian itulah, Dudung melompat ke sebelah kanan. Rekannya yang lain lompat ke sebelah kiri. Sedangkan penembak terpental setelah diseruduk sapi seraya kembali menembak sapi di bagian kepala hingga lumpuh.

"Saya mendengar suara tembakan, saya lihat sapinya langsung tak bergerak. Namun ternyata di paha saya kerasa panas dan saat dilihat darah mengucur deras," ujarnya.

Ia pun dilarikan ke RSUD Bayu Asih. Hasil operasi, sebut dia, menyebutkan tidak ada peluru. "Hanya serpihan pelurunya saja. Ini mah murni kecelakaan, penembak dari Polsek Darangdan nya juga teman dan rumahnya tetanggaan sama saya," ujar dia yang tengah dalam masa pemulihan.(men)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved