Rusunawa untuk Buruh
BPJS Alokasikan Rp 300 Miliar Bangun Dua Rusunawa di Rancacili
Kami akan membangun 200 kamar, yang diperuntukan bagi buruh yang punya kartu BPJS
Penulis: Tiah SM | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jabar mengalokasikan dana Rp 300 miliar untuk membangun dua tower Rusunawa di kawasan Rancachili.
"Rusunawa di Rancachili ini, salah satu dari tiga belas titik yang akan dibangun Pemkot Bandung sesuai dengan program Wakil Presiden Yusuf Kalla," ujar Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jabar, Ajat Sudrajat di Balai Kota, Senin (19/10/2015).
Ajat mengatakan, pembangunan diharapkan secepat mungkin, agar fasilitas bisa dinikmati para buruh yang memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami akan membangun 200 kamar, yang diperuntukan bagi buruh yang punya kartu BPJS," ujar Ajat.
Menurut Ajat, jatah sewa untuk para buruh sekitar dua atau tiga tahun ke depan. Setelah itu, diharapkan para pekerja bisa pindah dan memiliki rumah sendiri, agar kamar tersebut bisa digunakan untuk yang lain.
Sementara Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, pembicaraan antara Pemkot Bandung dan BPJS Ketengakerjaan Jawa Barat terkait pembangunan Rusunawa di Rancacili sudah disepakati awal tahun 2015. Rencananya, di kawasan Rancacili akan dibangun dua tower oleh BPJS Ketengakerjaan.
"Kesepakatan awal tahun 2015 tertunda karena kesibukan masing-masing pihak dan barus dibahas lagi sekarang,"ujar Oded di Balai Kota, Senin (19/10/2015).
Menurut Oded, untuk membangun Rusun, ada beberapa aturan yang harus diharmonisasikan terkait kerjasama antara Pemkot Bandung dan BPJS Ketenagakerjaan yang berstatus sebagai badan hukum publik.
"Pemkot dan BPJS, komitmen sudah ada, tinggal teknis. Pemkot sediakan lahan sedangkan BPJS biaya pembangunan," ujar Oded. (tsm)