Minggu, 12 April 2026

Batita Lakukan Gerakan Tutup Mulut, Ini yang Harus Dilakukan Ibu

Mulai dari menutup rapat mulut sampai menyemburkan makanan atau bahkan melepehkan kembali makanan yang sudah ada di mulutnya

Editor: Dedy Herdiana
net/tribunnews.com
Ilustrasi: Anak susah makan 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Permasalahan anak susah makan seakan menjadi problematika para mama di dunia. Kondisi tersebut tentu saja membuat para mama khawatir dan kebingungan.

Mulai dari menutup rapat mulut sampai menyemburkan makanan atau bahkan melepehkan kembali makanan yang sudah ada di mulutnya. Akan tetapi, saat batita melakukan gerakan tutup mulut (GTM), inilah hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan Mama.

Seperti yang dikutip TRIBUNJABAR.CO.ID dari Tabloid-Nakita.com, penyebab batita melakukan GTM bermacam-macam, seperti bosan, sakit, tidak lapar, trauma terhadap makanan tertentu.

Saat batita melakukan GTM, umumnya Mama akan panik dan bingungm sehingga menjadi orangtua yang lebih permisif pada anak. Misalnya, membiarkan anak hanya makan biskuit favoritnya, hanya memberi susu sebagai pengganti makanan atau mengijinkan anak mengkonsumsi junkfood kesukaannya terus menerus.

Tak hanya itu, bahkan masih ada sebagian orangtua yang sibuk mencari vitamin penambah nafsu makan, mengajak anaknya berkeliling kompleks saat waktu makan sampai mengajak anak makan sambil bermain. Benarkah ini?'

Nah, menurut penelitian multisenter IDAI, penyebab terbanyak anak mengalami GTM adalah inappropiate feeding practice atau perilaku makan yang tak benar.

Perlu Mama ketahui, bahwa pemberian makan yang benar harus memperhatikan beberapa hal seperti tepat waktu, kuantitas dan kualitas makanan, kebersihan penyiapan dan penyajian makanan serta harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Pemberian makanan sesuai tahapan perkembangan anak mencakup tekstur makanan dan perbandingan makanan padat serta cair.

Nah,inilah hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan Mama saat batita melakukan gerakan GTM.

Do’s:
1. Mama dapat mengatur jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) batita yaitu dengan cara tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil. Tak hanya itu, susu dapat Mama berikan dua hingga tiga kali sehari atau sebanyak 500-600 ml/hari.

2. Batasi waktu makan batita atau tidak boleh lebih dari 30 menit.

3. Buat lingkungan yang menyenangkan untuk makan. Biasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, sebaiknya tetap latih anak makan di meja makan.

4. Dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (menutup mulutnya, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan tanpa memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan akhiri proses makan. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.

Don’t’s:
1. Jangan memaksa anak makan, apalagi sampai memarahinya.

2. Jangan membiasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain seperti bermain, menonton televisi, berjalan-jalan atau naik sepeda.

3. Jangan memberikan minuman lain selain air putih di antara waktu makan.

4. Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved